Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (4)
(baju hijau, tengah) Feby, Tim IT Support & Business Development Perwakos di tengah aktifitasnya.eld
Bisnis

Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn (4) 

LENSAINDONESIA.COM: Secara terpisah, tim Lensaindonesia.com juga menjumpai Chantika, salah satu Tim IT dari Perwakos yang akan dilibatkan sebagai tenaga ahli website jasa tata rias online tersebut.

Bahkan, dari beberapa tim IT tersebut juga diawaki oleh waria dari perguruan tinggi negeri ternama asal Surabaya.
Dengan memanfaatkan kebiasaan anggota Perwakos memasarkan jasa tata riasnya melalui sosmed (sosial media), maka hal ini dijadikan pendongkrak.

Apalagi rata-rata anggota Perwakos juga terbilang gadget freak (update teknologi di gadget). Hal itu pun bisa dituangkan dalam bisnis startup tata rias.

“Memang sementara ini teman-temen tetap aktif di sosmed mereka demi kelangsungan bisnis tata rias mereka. Apalagi kebanyakan segmen di perumahan itu masih tinggi permintaan layanan jasa tata rias, dan mereka masih banyak mendatangi langsung ke salon. Untuk itu, kita manfaatkan kebutuhan mereka itu melalui layanan via website dan sekaligus menyalurkan kebiasaan gadget freak anggota Perwakos kepada bisnis yang mampu mendulang masa depan ini,” kata Chantika.

Tim IT waria saatnya unjuk gigi di dunia startup

Untuk peningkatan pertumbuhan bisnis, tak cukup hanya berselancar di sosmed belaka, sebab masih belum signifikan efeknya. Wujud website merupakan wadah yang strategis untuk dikunjungi oleh onliner berbagai lapisan masyarakat. Dan tentunya terlebih-lebih harus mempersatukan persepsi anggota Perwakos.

“Sebab waria sekitar 50 persen dari anggota Perwakos itu punya skill tata rias, dan dari 50 persen tersebut, sekitar 25 persennya punya salon secara individu. Nah, rencana website Perwakos tersebut kita harus yakin bisa mengembangkan bisnis tata rias ini. Kendati sebelumnya mereka ini mayoritas selalu update status dan memasang foto hasil tata rias, berikut alamat mereka di sosmed,” sebut Chantika.

Baca Juga:  Kongres IKA ITS aklamasi pilih Sutopo Kristanto sebagai ketua umum

Tahapan membesut sebuah website atau aplikasi jasa tata rias ini sangat diperlukan penyatuan misi terhadap perias-perias yang akan berbagi pendapatan secara dinamis kepada anggotanya. Untuk itu, konsep yang disuguhkan haruslah proporsional dan matang.

“Jika website itu sudah berbentuk aplikasi, yah apa yang kita lakukan harus optimis. Berkembang atau tidak kita harus lihat ke depan. Yang terpenting sumber daya manusia yang ada ini mampu untuk mendongkrak bisnis startup tata rias ini. Mereka juga harus tetap update di sosmed, ada yang fokus di IT, dan ada juga yang konsen pada manajemen dan sistem pemasarannya. Harapannya, ada perubahan yang lebih baik, yang terpenting kita mau bergerak. Namun, apapun yang kita lakukan jika tidak didukung pemerintah, yah tetap susah juga. Sebab kita ini kan juga mempunyai hak yang sama,” ringkas Chantika.(bersambung ke bag 5).