LENSAINDONESIA.COM: Sikap kurang sopan bos Plaza Marina Budi Said saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan pembelian emas di Pengadilan Negeri Surabaya mendapat sorotan pengunjung sidang.

Direktur Utama PT Trijaya Kartika itu beberapa kali terlihat menaikan dan menyilangkan kakinya. Meski melihat hal tersebut, majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki tidak memberikan teguran.

Abdul Malik, pengunjung sidang yang juga sebagai praktisi hukum, sempat beberapa kali menggerutu atas sikap Budi Said tersebut.

“Waduh kakinya kok diangkat begitu. Petingkrangan, tidak sopan itu,” kata Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim itu di ruang sidang, Selasa (22/10/2019).

Budi Said saat di ruang sidang PN Surabaya.

Budi Said dihadirkan dalam sidang untui memberikan kesaksisan dalam sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan pembelian 6 ton emas di PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Perkara ini menyeret tiga karyawan PT Antam Tbk yakni Endang Kumoro (pimpinan butik PT Antam Surabaya), Musdianto (tenaga administrasi) dan Ahmad Purwanto (tenaga pemasaran PT Antam) serta Eksi Anggraeni (marketing ekternal).

Dalam kesaksiannya, Budi Said yang membeli emas seberat 6 ton di PT Aneka Tambang Til senilai Rp 3,5 triliun mengaku mengalami kerugian sebanyak 1.136 kg emas, karena merasa tidak sesuai dengan perjanjian awal.

“Dalam perjanjian bersama terdakwa, saya akan diberikan diskon sebesar 20 persen dari harga Rp 600 juta per kilogram menjadi Rp 530 juta, dan saya mengalami kerugian 1.136 kg” ungkapnya.

Dalam sidang tersebut Maya Indah, selaku Kuasa hukum Eksi Anggraeni mengatakan bahwa transaksi pembelian dilakukan langsung oleh Budi Said dengan pihak PT Antam. Dari transaksi itu, kata Maya, Budi Said telah menerima barang (emas) seberat 6 ton sesuai yang ia beli.

Menanggapi pernyataan Maya, Budi Said membenarkan bila dirinya telah menerima 6 ton emas. Namun, kata Budi Said, dirinya tidak mendapatkan diskon.

“Saya langsung transfer ke PT Antam, dan barang yang saya terima sesuai dengan harga yang tertera di faktur jual beli. PT Antam memang tidak memberi diskon,” tambah Budi Said.

Pada kesempatan itu, Budi Said mengelak terkait pengembalian fee sebesar Rp 93 miliar sebelum dirinya melaporkan perkara dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke polisi.

“Baik tidak masalah, kami punya buktinya,” ungkap Maya menanggapi keterangan Budi Said.

Dalam pembelian emas tersebut, sebelum dilakukan transaksi para pihak (terdakwa dan saksi) terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan pihak PT Antam di Jakarta.@rofik