Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Smartfren yakin teknologi 5G miliknya bisa dioptimalkan di Jatim
Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren saat pemaparan teknologi 5G. Eld
HEADLINE TECHNO

Smartfren yakin teknologi 5G miliknya bisa dioptimalkan di Jatim 

LENSAINDONESIA.COM: PT. Smartfren Telecom, Tbk mengoptimalisasi teknologi 5G di Jatim, khususnya di Surabaya, Kamis (24/10/2019).

Sebelumnya, pada Agustus 2019 lalu Smartfren telah menguji performa teknologi 5G di kawasan industri minyak goreng kemasan milik PT Sinar Mas di Marunda- Jakarta Utara.

Kini, Smartfren menggelar simulasi penerapan teknologi 5G pada era 4G di Surabaya dengan mengoptimalkan kecepatan akses data pada kepadatan jumlah penerima dan juga pemancar.

Munir Syahda Prabowo, VP Technology Relations and Special Project Smartfren mengatakan, sebagai salah satu syarat untuk pemenuhan akses 5G, saat ini Smartfren memaksimalkan Small cell yang sebelumnya sudah banyak terpasang di beberapa tirik di kota Surabaya.

“Small cell itu lebih efisien, satu small cell di Surabaya bakal terpasang di setiap titik yabg jaraknya antara 1 hingga 2 kilometer. Untuk Surabaya, hingga saat jjinsudah terpasang lebih dari 300 titik,” tandas Munir kepada Lensaindonesia.com.

Ia menambahkan, dari efisiensi pemasangan, small cell justru lebih cepat dibanding pemasangan antena yang ada di tower-tower.

“Kita lihat dari sisi berat jenis antena yang dipasang di tower, itu jelas beda. Untuk small cell hanya memiliki berat sekitar 20 kg per sektor. Sedangkan antena yang terpasang di tower, beratnya hingga mencapai sekitar 300 kg. Selain itu, Small cell bisa dipasang di dinding, tiang lampu jalanan bahkan ada di dalam drainase karena ringan,” tandas Munir.

Banyaknya jumlah small cell yang terpasang, lanjutnya, itu pun sudah kami antisipasi, terutama saat terjadi interferensi.

“Sebagai antisipasi terhadap interferensi, small cell tak semestinya kita pasang dengan jarak yang dekat. Kita akan maksimal mengantisipasi imterferensi hingga blank spot. Dan saya yakin dengan perangkat yang sudah kita pasang tersebut nantinya penerapan teknologi 5G milik Smartfren sudah siap duluan,” terang Munir.

Baca Juga:  Wagub Emil Dardak memotivasi tim sepakbola Jatim jelang kualifikasi PON XX

Sejak tahun 2017 lalu, Smartfren telah menerapkan sejumlah teknologi yang menjadi syarat dan pendukung dari penerapan teknologi 5G, diantaranya Massive MIMO Base Stations dan Multi-Antenna Space Division Multiple Access (SDMA).@Eld-Licom