Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jatim dinobatkan sebagai provinsi bertata kelola pemerintahan terbaik
Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim Wahid Wahyudi menerima penghargaan Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019 dari Ketua Dewan Penasihat Indonesian Institute for Public Governance (IIPG) Boediono di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Jumat (25/10/2019). FOTO: dok/setdaprovjtm
Birokrasi

Jatim dinobatkan sebagai provinsi bertata kelola pemerintahan terbaik 

LENSAINDONESIA.COM: Kerja keras Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak beserta jajarannya kembali mendapatkan apresiasi tingkat nasional.

Kali ini, Pemprov Jatim dinobatkan sebagai satu-satunya provinsi yang dinilai memiliki kinerja dan tata kelola pemerintahan terbaik atau kategori platinum. Pemprov Jatim pun mendapat penghargaan Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019 dari Indonesian Institute For Public Governance (IIPG),

APN ini sendiri merupakan ajang pemberian penghargaan tahunan untuk pemerintah provinsi, kabupaten dan kota terbaik, serta pemimpin inovatif yang telah berhasil melakukan terobosan dalam peningkatan pertumbuhan sosio-ekonomi melalui reformasi tata kelola yang amanah.

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI periode 2009-2014 yang juga Ketua Dewan Penasihat IIPG, Boediono kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim Wahid Wahyudi di Hotel Bidakara Grand Pancoran Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim Wahid Wahyudi mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud sinergitas yang baik antara ibu Gubernur Khofifah dengan seluruh jajarannya khususnya dalam bidang tata kelola pemerintahan.

“Penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi kami, untuk terus melakukan pembenahan serta mempertahankan pemerintahan yang bersih dengan tata kelola yang baik sesuai harapan masyarakat Jatim dan juga ibu Gubernur Khofifah,” ujar Wahid dikonfirmasi LICOM, Sabtu (27/10/2019).

Menurutnya antangan ke depan bagi Pemprov Jatim yaitu meningkatkan kerja sama di berbagai aspek yang sudah berjalan sangat baik selama ini. Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk mencapai sustainable development atau pembangunan yang berkelanjutan.

“Sesuai harapan ibu Gubernur Khofifah maka dibutuhkan komitmen dari seluruh jajaran utamanya ASN di lingkup Pemprov Jatim untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Tentunya agar capaian-capaian yang sudah diraih selama ini bisa semakin ditingkatkan lagi,” jelas mantan Kadishub Jatim ini.

Baca Juga:  Advokat se-Jatim bersatu, sosialisasikan sistem peradilan berbasis digital
Tropi Anugerah Pandu Negeri (APN) 2019.

Sementara, Ketua IIPG Sigit Pramono menjelaskan penilaian ini dilakukan terhadap 548 pemerintah daerah yang terdiri atas 34 pemerintah provinsi, 416 pemerintah kabupaten, dan 98 pemerintah kota dan kota administrasi.

Dari total daerah yang dinilai tersebut terdapat 63 pemerintah daerah yang berhasil memperoleh penghargaan APN 2019.

Penilaian tersebut, lanjutnya, dilakukan berdasarkan beberapa kriteria salah satunya aspek performance yang mencakup pertumbuhan ekonomi, pengembangan manusia dan breakthrough result (hasil terobosan).

Selain itu ada juga aspek governance yang meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, serta anti korupsi,” terangnya.

Pohaknya berharap lewat pemberian penghargaan ini dapat mendorong Pemerintah Daerah dan Kepala Daerah semakin meningkatkan kinerja dan tata kelola pemerintahan. Dengan demikian, hal ini akan memperkaya sumber calon pemimpin untuk regenarasi kepemimpinan nasional, khususnya yang berasal dari pemimpin daerah yang berprestasi.

“Melalui Anugerah Pandu Negeri ini, IIPG sangat berharap agar pemimpin daerah yang kinerja dan tata kelolanya baik bisa terus meningkatkan kinerja dan menjadi pemimpin di tingkat nasional,” tukas Sigit.@sarifa