Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gus Hans, Cawali Surabaya: “Akan kurangi ijin hotel budget!”
Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), Calon Walikota Surabaya nanti berencana akan mengurangi perijinan hotel budget karena dipahami mengurangi PAD (Pendapatan Asli Daerah).ist
Bisnis

Gus Hans, Cawali Surabaya: “Akan kurangi ijin hotel budget!” 

LENSAINDONESIA.COM: Zahrul Azhar Asumta atau yang dikenal dengan Gus Hans, salah kandidat Walikota Surabaya nanti menyatakan akan berupaya mendorong perkembangan bisnis pariwisata Jatim, khususnya di Surabaya dengan konsep destinasi Moslem Friendly.

Menurutnya, konsep Moslem Friendly bukan diartikan mengIslamisasi semua obyek dan destinasi wisata. Namun, menyesuaikan pasar dan kebutuhan sekitar yang mayoritas penduduknya Muslim.

“Seperti halnya di hotel, banyak toilet hotel yang menggunakan tissue sebagai alat pembersih. Demikian dengan mushola yang selalu ada di area parkiran, kan nggak nyaman. Coba kalau toilet itu pakai water jet dan mushola itu ada di dalam gedung mall, hotel seperti halnya di Grand City, nah itu kan bikin nyaman pengunjung, ini sebenarnya strategi bisnis,” tegas Gus Hans saat dijumpai Lensaindonesia.com, Senin (28/10/2019).

Ia menambahkan, kendati Surabaya terkesan sebagai kota transit, namun bisa dijadikan destinasi utama dengan fasilitas yang mendukung.

“Surabaya ini memang terkesan kota transit, namun bagaimana menjadikannya sebuah destinasi? Salah satunya mengusung konsep Moslem Friendly, ada Ken Park tapi Surabaya belum memungkinkan karena kondisi suhu udara yang panas. Selain itu, juga perlu adanya fasilitas MICE ( Meeting, Insentive, Convention serta Exhibition). Saya yakin okupansi dari segmen wisata akan tumbuh diangka 300 persen,” terang Gus Hans.

Terutama di segmen perhotelan, lanjut Gus Hans, jika dirinya menjadi Walikota Surabaya, akan mengurangi ijin pembukaan hotel budget.

“Kenapa hotel-hotel budget akan saya kurangi perijinannya? Dikarenakan hotel budget tersebut mengurangi PAD (Pendapatan Asli Daerah), sebab hotel jenis ini low cost dan tak bisa memberdayakan dan meningkatkan perekonomian maayarakat sekitar seperti halnya terkait produksi souvenir, sabun dan sejenisnya,” pungkas Gus Hans.@Eld-Licom

Baca Juga:  Khofifah siapkan rusun dan biaya operasi wajah bayi Pandu pengidap Hydrocephalus