Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PJB Connect 2019 diikuti peserta dari 12 negara
Dirut PT PJB Iwan Agung Firstantara (kiri) bersama Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Supangkat Iwan Santosa dalam acara PJB Connect 2019. FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

PJB Connect 2019 diikuti peserta dari 12 negara 

LENSAINDONESIA.COM: PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) menggelar PJB Connect (Conference & Exhibition of Technology) 2019.

Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara mengatakan acara ini rutin tahunan dan sudah ke-4 kalinya digelar untuk ini mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia kelistrikan baik dari dalam maupun luar negeri.

PJB Connect merupakan ajang berbagi pengetahuan dan teknologi terkini untuk menghadapi tantangan energi di masa mendatang dan operational excellent di bidang pembangkitan.

“Hadirnya PJB Connect dapat menjadi penghubung antara berbagai stakeholder dalam dunia kelistrikan. Baik penghubung antara supply chain kelistrikan dengan para user, penghubung antara ide-ide pengembangan kelistrikan di lingkungan  akademisi ke dalam dunia industri, maupun  penghubung terkait isu-isu standar internasional ke dalam industri nasional,” ujar Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara.

Tema PJB Connect 2019, lanjut dia, adalah Facing Future Energy & Operational Excellence yang didasari dengan semakin menguatnya isu Climate Change secara global, maka energi masa depan yang ramah lingkungan adalah sebuah keniscayaan.

“Sebagai salah satu upaya untuk memperoleh pengetahuan terbaru mengenai perkembangan energi masa depan di dunia, maka di PJB Connect membahas tentang perkembangan terbaru terkait dengan Dekarbonisasi, Desentralisasi dan Digitalisasi yang dikenal dengan 3D,” paparnya.

Pihaknya menambahkan untuk mengaplikasikan energi masa depan yang ramah lingkungan, PJB telah melakukan inisiasi yaitu dengan melakukan ujicoba Co-firing di PLTU Paiton yaitu dengan menggantikan sebagian batubara dengan wood palet.

PJB juga sedang menyiapkan kajian dan uji coba untuk PLTU tipe CFB di Sumatera, dimana diyakini bisa co-firing sampai 30% dengan menggunakan cangkang sawit atau biomass lainnya.

Hal lain, PJB juga melakukan uji coba pengembangan mini PLTB di PLTA Tulungagung. Serta mengoperasikan PLTS 1 MW di PLTA Cirata sebagai pusat studi dan disusul dengan pengembangan PLTS Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Baca Juga:  Korban dugaan perzinahan Ipda GT bertambah, seorang perempuan lapor Polda Jatim

Sementara, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana yang hadir dalam acara ini menyampaikan mandat dari Menteri ESDM yang menargetkan PJB segera menerapkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam memproduksi listrik.

Menurut Rida saat ini bahan utama dari pembangkit listrik adalah batubara tetap. Batubara sendiri suatu saat nanti akan habis dan tak bisa diperbaharui. Belum lagi limbah yang dihasilkan setelah penggunaan batubara.

PLTU harus mulai melakukan campuran  biomassa seperti pelet atau cangkang sawit dengan batubara sehingga  tak tergantung banyak pada batubara. Untuk ujicoba akan sepenuhnya didukung Kementerian ESDM

“Pak Menteri juga minta semua unit PLTU harus punya ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).  Berapapun biayanya tolong lapor Menteri nanti,” ungkap Rida.

Target ketiga adalah imbauan wajib bagi semua karyawan PJB untuk mengaplikasikan PLTS di rumah dan kantor masing-masing. Dan gerakan ini harus dimulai dari jajaran direksi PJB dulu.

“PLTA Cirata yang hendak dilakukan pengembangan harus segera jalan dan dilaporkan pada kementerian segera,” tandas Rida.

Di tahun ini, acara digelar selama dua hari 29-30 Oktober yang diikuti oleh 80 vendor, supplier, serta manufaktur dari dalam dan luar negeri. Untuk peserta dari luar negeri berasal dari 12 negara dan tak hanya itu, sekitar 2.500 tamu undangan juga ikut hadir dan mendukung acara yang digelar di Kantor PJB, Jalan Ketintang Baru Surabaya.

Selain pameran, acara juga diisi seminar dengan berbagai topik berkaitan dengan Prospek energi terbarukan, Tantangan 3D, Electric vehicle and charging technology, Energy storage technology and ancillary services, EPC pembangkit, MRO technology and services, Predictive technology and services, Power plant technology in industrial revolution 4.0, Power plant technology and services, Electric system, control, and instrumentation systemdan CFB Boiler.

Di tahun ini, acara digelar selama dua hari 29-30 Oktober yang diikuti oleh 80 vendor, supplier, serta manufaktur dari dalam dan luar negeri. Untuk peserta dari luar negeri berasal dari 12 negara mulai dari Denmark, Singapura, Jerman, Australia, Indonesia, Canada, Malaysia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, China, USA, Switzerland, India dan Thailand. Tak hanya itu, sekitar2.500 tamu undangan juga ikut hadir dan mendukung acara yng digelar di Kantor PJB, Jalan Ketintang Baru Surabaya.@sarifa

Baca Juga:  Kutuk aksi bom bunuh diri, Gus Anom: teroris bukan umat Rasulullah