Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Rencanamu tawarkan Link & Match Industri dengan pendidikan
Di era revolusi industri 4.0, Youthmanual melakukan rebranding menjadi Rencanamu. (foto: Rudi Licom)
Bisnis

Rencanamu tawarkan Link & Match Industri dengan pendidikan 

LENSAINDONESIA.COM: Seringkali dunia pendidikan tidak seimbang dengan dunia industri yang dibutuhkan, sehingga pengangguran kian meningkat atau bekerja tidak sesuai yang diinginkan. Untuk mengatasinya diperlukan bantuan semua pihak baik dari sisi pemerintah maupun swasta.

Sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Nasional (RPJMN & RPJPN) yaitu menyiapkan sumber daya manusia berkualitas yang Siap Kerja, Link and Match antara pendidikan dengan industri serta dalam upaya menaikan daya saing bangsa di era revolusi industri 4.0, Youthmanual melakukan rebranding menjadi Rencanamu.

Rizky Muhammad, Co-founder & CEO Rencanamu mengatakan Rencanamu adalah platform persiapan karier, pengembangan talenta, dan rekrutmen yang dipersonalisasi berbasis data untuk membantu siswa dan mahasiswa dalam meningkatkan kesiapan kerja.

“Platform Rencanamu secara otomatis akan menghubungkan siswa dan mahasiswa dengan beragam peluang ekonomi seperti magang, pekerjaan, beasiswa dan kuliah yang sesuai dengan profil mereka,” ujar Rizky di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Ia memaparkan Indonesia adalah salah satu negara dengan profil demografis termuda di dunia dengan lebih dari 138 juta atau 53.5% penduduk di Indonesia yang berusia dibawah 30 tahun (BPS, 2016). Dalam 5-8 tahun ke depan, angkatan kerja baru Indonesia akan didominasi oleh Generasi Z. Oleh sebab itu, dibutuhkan generasi muda yang produktif dan berperan untuk mendorong transformasi bangsa Indonesia menuju ke generasi emas di tahun 2045.

“Kami melakukan riset yang dilakukan selama 3 tahun terakhir yang mendalami profil data lebih dari 1.6 juta siswa dan mahasiswa pengguna, serta riset terhadap industri,” katanya.

Dari riset tersebut, kata Rizky, ditemukan fakta-fakta mengenai kondisi talenta dan ketimpangan antara supply & demand, diantaranya 92% siswa SMA/SMK sederajat bingung dan tidak tau akan menjadi apa kedepannya.

Kemudian, 82% siswa SMK mengambil jurusan dan bidang yang tidak sesuai dengan keinginannya, 45% mahasiswa merasa salah mengambil jurusan, Siswa dan mahasiswa kurang mendapat bimbingan secara menyeluruh terkait perencanaan kuliah dan karier, Ketidaksesuaian antara supply dan demand, yaitu bidang-bidang yang diambil oleh siswa dan mahasiswa dengan apa yang dibutuhkan industri saat ini.

Lulusan baru dirasa tidak mempunyai skill dan kompetensi sesuai seperti yang dibutuhkan saat ini, Krisis talenta dan skill gap menjadi masalah utama, mengancam perekonomian dan perkembangan bangsa Indonesia kedepannya, dan meningkatnya pengangguran terselubung (underemployment) dan tingginya pengangguran (unemployment) di kalangan anak muda.

Rizky menjelaskan bahwa program intervensi dini bagi siswa dan mahasiswa yang menyeluruh dan berkesinambungan sangat dibutuhkan.

“Disinilah platform Rencanamu berperan sebagai fasilitator dalam memberikan program persiapan karier dan pengembangan talenta yang terstruktur, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan. Platform Rencanamu dapat diakses melalui aplikasi smartphone dan website oleh seluruh siswa dan mahasiswa, kapan pun dan dimana pun,” jelas Rizky.

Ia mengungkapkan dengan Rencanamu, siswa dan mahasiswa dapat mengikuti rangkaian persiapan karier yang terdiri dari self discovery, eksplorasi, perencanaan karier, hingga siap kerja.

Menurutnya, kerangka perencanaan karier dan pengembangan talenta Rencanamu dikembangkan berdasarkan riset yang telah dilakukan dalam tiga tahun terakhir dan telah divalidasi oleh industri sehingga terbukti dapat meningkatkan kesiapan kerja (employability) penggunanya.

“Analisa Rencanamu bisa memberikan gambaran secara terkini mengenai kondisi talenta dan permintaan industri yang berguna bagi pemerintah baik di tingkat provinsi atau pun pusat dalam memahami lanskap ketenagakerjaan,” katanya.@rudi

Rizky berharap dengan adanya platform ini, siswa dan mahasiswa sudah tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk mencari pekerjaan, karena mereka sudah diarahkan sesuai dengan rangkaian pengembangan dan kesiapan kerja yang telah mereka lakukan di Rencanamu.

“Dengan cara ini, kami dapat membantu lebih banyak siswa dan mahasiswa untuk dapat terhubung ke berbagai kesempatan ekonomi seperti magang, pekerjaan, beasiswa, hingga program kuliah yang sesuai dengan profil dan kebutuhan mereka.” harapan Rizky.

Rizky juga mengaku sejak diluncurkan di tahun 2017, Rencanamu telah membantu lebih dari 1.6 juta pengguna untuk Siap Kuliah, Siap Kerja, dan menghubungkan pengguna dengan beragam peluang ekonomi.

“Dalam satu tahun ke depan, kami ingin memperbesar dampak kami dan optimis dapat membantu lebih dari 5 juta siswa dan mahasiswa,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, lanjut Rizky, pihaknya menjalin kerjasama dengan Rajawali Foundation.

Kerjasama ini dalam upaya menyukseskan Proyek Penguatan Koordinasi untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Inklusif di Indonesia (SINERGI) fase 2 di Jawa Tengah Juli 2019-September 2020.

“Tujuan SINERGI adalah membantu pemuda kurang mampu dan rentan termasuk perempuan dan pemuda penyandang disabilitas agar siap memasuki dunia kerja dan memperoleh keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan baru atau lebih baik, khususnya di Jateng,” kata Direktur Eksekutif Rajawali Foundation, Agung Binantoro.

Agung menjelaskan SINERGI fase 2 merupakan proyek kerja sama antara Rajawali Foundation, Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), dan Pemerintah Provinsi Jateng, yang didanai USAID-Mitra Kunci Initiative.

Selain pemberian akses ketenagakerjaan bagi 16.000 pemuda kurang mampu dan rentan, melalui proyek ini juga dibentuk Kelompok Aksi (POKSI) Ketenagakerjaan Inklusif di Jateng yang melibatkan pilar 4P, yaitu pemuda, perusahaan, pemerintah daerah, dan lembaga pelatihan kerja.

Agung berharap, melalui platform Rencanamu, dapat dilaksanakan proses registrasi, serta asesmen perilaku dan kepribadian terkait pekerjaan tertentu dari 16.000 pemuda kurang mampu dan rentan yang menjadi target Proyek SINERGI.

“Oleh karena itu, kami menggandeng Rencanamu ke dalam proyek SINERGI, khususnya dalam menyediakan platform online,” tutur Agung.@Rudi