Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gamelan pusaka ditabuh, Sekaten di Kraton Surakata digelar
Gamelan pusaka Sekati diusung menuju Masjid Agung Kraton Surakarta.ist
Art & Culture

Gamelan pusaka ditabuh, Sekaten di Kraton Surakata digelar 

LENSAINDONESIA.COM: Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kraton Kasunanan Surakarta menggelar Sekaten yabg ditandai penabuhan gamelan pusaka Sekati (Sekaten) di halaman Masjid Agung Surakarta, Sabtu lalu (02/10/2019).

Pusaka tersebut terdiri dari dua perangkat gamelan, yakni Gamelan Kiai Guntur Madu dan Gamelan Kiai Guntur Sari akan dimainkan bergantian selama 7 hari berturut-turut hingga puncak acara Grebeg Mulud dan Kirab Gunungan pada Sabtu (9/11/19) mendatang.

Surono (47), warga sekitar yang aktif digelaran ini mengatakan, sebelum ditabuh, biasanya puluhan abdi dalem membawa sepasang gamelan tersebut dari tempat penyimpanan di Langen Katong Kraton Surakarta ke halaman Masjid Agung.

“Gamelan Kiai Guntur Madu diletakkan di bangsal sisi Selatan, lalu Gamelan Kiai Guntur Sari di bangsal sebelah Utara,” terangnya kepada Lensaindonesia.com, Minggu (03/10/2019).

Ia menambahkan, setelah shalat Dzuhur, para penabuh gamelan mengikuti beberapa prosesi, yakni pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Ulama Kraton, serta pembacaan sejarah dan makna sekaten oleh KGPH. Adipati Dipo Kusumo (Pengageng Parentah Kraton Kasunanan Surakarta Haadiningrat) di Masjid Agung Kraton Surakarta.

“Selesai prosesi itu, para penabuh gamelan itu menuju kedua bangsal. Yah sekitaran pukul 14.00 WIB, prosesi tabuh gamelan dimulai. Dan Gamelan Kiai Guntur Madu ditabuh pada giliran pertama,” jelas Surono.

Di sisi lain, ditabuhnya gamelan pertama kali, ratusan warga nampak berebut janur yang terpasang menghiasi bangsal. Tak hanya itu, banyak warga yang menjalankan tradisi nginang. Mereka meyakini tradisi nginang tersebut akan membuat awet muda.@Rel-Licom

Baca Juga:  UMM dan BCA persiapkan mahasiswa hadapi revolusi industri 4.0