Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Atasi kekeringan di Pulau Sapudi, Khofifah kirim air bersih lewat kapal TNI AL
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. FOTO: Sarifa-LiCom
HEADLINE JATIM RAYA

Atasi kekeringan di Pulau Sapudi, Khofifah kirim air bersih lewat kapal TNI AL 

LENSAINDONESIA.COM: Kondisi kekeringan sejumlah daerah di Jawa Timur akibat musim kemarau yang panjang masih terus berlangsung. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Salah satunya di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura. Mengatasi hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengirimkan air bersih ke Pulau Sapudi dengan menggunakan kapal milik TNI AL. Khofifah meminta bantuan Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto.

Mereka turun ke Pulau Sapudi dan menyerahkan secara langsung bantuan berupa distribusi air bersih di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi. Total air bersih yang dikirim sebanyak 750.000 liter. Cara mengangkut air bersih tersebut juga dibagi di dalam dua kali pemberangkatan oleh kapal milik TNI-AL.

Pemberangkatan kapal dilakukan dalam dua waktu. Kapal pertama yaitu satu unit KRI Teluk Ende diberangkatkan menuju Pulau Sapudi pada Minggu (03/112019) dengan membawa 500.000 liter air bersih, 6.000 jerigen, 300 terpal, satu unit mobil rescue BPBD, dua unit mobil tangki BPBD, alkon, satu unit genset, serta perugas gabungan dari OPD Pemprov.

Kapal kedua yakni 2 kapal tug boat diberangkatkan pada Senin (04/11/2019) dengan membawa 250.000 liter air bersih.

Gubernur Khofifah mengatakan bantuan ini adalah hasil sinergi dan strong partnership bersama Koarmada II bersama KSAL.

“Untuk mengatasi kekeringan di kepulauan harus ada ihtiar khusus, karena harus menggunakan armada kapal. Alhamdulillah hasil dari komunikasi kita dengan Pak Panglima Koarmada II kita bisa mendapatkan armada untuk mengangkut dan  menyalurkan air bersih sampai ke masyarakat,” kata Khofifah.

Di musim kemarau panjang kali ini dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebanyak 28 kabupaten kota terdampak kekeringan. Tepatnya sebanyak 662 desa menjadi daerah yang terdampak kekeringan.

Baca Juga:  Kantor Redaksi Duta Masyarakat di Astranawa dieksekusi paksa, PWI Jatim lapor Polda Jatim

Termasuk di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep ini. Total di Kabupaten Sumenep Ada sebanyak 5 kecamatan dan 12 desa yang mengalami kekeringan.

Tak hanya memberikan bantuan, Gubernur Jatim yang asal Nahdlatul Ulama (NU) ini juga mengajak masyarakat Jatim untuk menggelat sholat istisqo dan berharap agar segera diturunkan hujan yang manfaat dan barokah  oleh Allah SWT.

“Terkait air bersih dan sumber daya air Jawa Timur memang daerah kedua setelah DKI yang berdasarkan telaah Bappenas memiliki PR besar untuk dilakukan antisipasi,” papar mantn Mensos era Presiden Jokowi ini.

Karena itu dalam kunjungan kerjanya di Sapudi, ia juga turut membawa sejumlah OPD. Seperti Kadis ESDM, agar melakukan peninjauan dan perhitungan terkait kebutuhan perpipaan guna menyalurkan sumber air ke masyarakat.

“Penyaluran distribusi air bersih di Sapudi ini akan menjadi rolemodel untuk kita bisa membantu menyalurkan bantuan di wilayah kepulauan yang mengalami kekeringan,” tandasnya.

Ditambahkan Panglima Komando Armada II Laksamana Muda TNI Herru Kusmanto, penyaluran air bersih ini adalah bentuk sinergi dengan Pemprov Jatim beserta Forkopimda Jawa Timur. Pihaknya mengerahkan armada untuk bisa mendistribusikan air hingga sampai ke masyarakat yang mengalami kekeringan.

“Kita menyiapkan satu kapal perang dan juga menggerakkan tug boat dan tongkang untuk mendukung penyaluran air bersih. Kita buat Satgas juga bekerja sama dengan BPBD untuk mengatasi kekeringan,” tutup Herru.@sarifa