Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ada yang deg-degan, Warga Binaan Rutan Rangkasbitung jalani deteksi dini HIV AIDS
Tim medis memberi layanan kesehatan deteksi dini pencegahan penyakit HIV AIDS. @handoko
HEADLINE

Ada yang deg-degan, Warga Binaan Rutan Rangkasbitung jalani deteksi dini HIV AIDS 

LENSAINDONESIA.COM: Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas IIB Rangkasbitung, Provinsi Banten bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten menggelar deteksi dini kesehatan melalui kegiatan Sero Survei HIV/ AIDS dan sifillis bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan berlangsung di Ruang Aula ini, dihadiri tim medis dari Kementerian Kesehatan RI. Juga dihadiri Dinas Kesehatan Prov Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten dan tim kesehatan PKM.

Kasusbsie Pelayanan Tahanan (Yantah) Dede Ukmartalaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk perwujudan untuk memberikan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Apresiasi utamanya, kami sampaikan kepada seluruh tim medis yang sukarela hadir ke Rutan Rangkasbitung. Semoga kerjasama ini bisa kita tingkatkan selanjutnya untuk layanan kesehatan lain,” ujar Dede Ukmartalaksana dalam siaran persnya diterima LensaIndonesia.com, Jakarta, Kamis (06/11/2019).

“Tentunya, kami berharap semoga kegiatan ini bermanfaat khususnya bagi deteksi dini kesehatan terkait bahaya HIV/AIDs dan penyakit Sifillis. Kami bersama dokter di sini akan terus memonitor semoga tidak ada yang terjangkit,” imbuh Dede.

Senada dengan Kasubsi Yantah, Tim Medis Rutan Rangkasbitung, dr. Nurcholida mengatakan bahwa kegiatan ini merupkan implementasi program menuju Indonesia sehat. Terutama Rutan Rangkasbitung ingin memastikan semua WBP mendapatkan layanan kesehatan secara baik.

“Survey HIV/Aids dan sifillis ini merupakan metode kesehatan yang berfungsi sebagai deteksi dini. Kita melakukan deteksi kesehatan sejak dini. Jangan sampai terjangkit, kita mulai pola hidup sehat untuk masa depan kita dan generasi selanjutnya,” ujar dokter Ida, sapaan akrabnya

Hal yang sama juga disampaikan koordinator tim kesehatan, Bd. Leni, bahwa kegiatan ini terselenggara berkat sinergi program dinas kesehatan dengan Rutan Rangkasbitung.

“Biasanya kita menggelar VCT mobile di sini. Tapi saat ini, kita gelar Sero Survei Deteksi dini HIV AIDS dan sifilli,” kata Bd Leni.

Baca Juga:  Ini pemenang program undian Smartfren WOW edisi 2

Kegiatan ini adalah sinergi lanjutan program Rutan Rangkasbitung dalam memastikan dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat dan WBP khususnya.

“Semoga kegiatan ini bisa merubah pola hidup sehat WBP dan sejak dini menjaga kesehatannya. Karena yang bisa memastikan kesehatan adalah mereka sendiri,” terang Bd Leni.

Tanggapan salah satu WBP, sebut saja LHD, menggelitik. Pria penghuni Rutan ini mengatakan bahwa awalnya dirinya amat deg-degan mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya, dia sadar dan tercerahkan bahwa sehat itu mahal.

Kemudian, LHD megakui bersama para WBP lainnya setelah menjalani layanan kesehatan ini, menjadi paham betapa sangat wajib menjaga kesehatan saat ini agar jangan sampai terjangkit. @handoko