Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Akhirnya, Pemerintahan Donald Trump komitmen tingkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia
Presiden Joko Widodo menyalami Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross, bersama delegasi bisnis saat berkujung di Istana Presiden Jakarta. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi. @dok.setpres
Global

Akhirnya, Pemerintahan Donald Trump komitmen tingkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross, bersama delegasi bisnis di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 6 November 2019. Praktis, kehadiran menteri pembantu Presiden Donald Trump di awal pemerintahan Presiden Jokowi periode dua ini mengundang spekulasi dari berbagai pihak.

Bahkan, ada pula spekulasi bernada joke mengaitkan atensi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Indonesia ini berkat kepiawaian “value” kenegarawanan Presiden Jokowi. Pasalnya, Presiden Jokowi mampu mulus melewati masa transisi memasuki pemerintahan periode dua, meski Pilpres 2019 diwarnai gaduh politik berat yang membuat dunia ekonomi diliputi was-was.

Tidak cuma itu. Kepiawaian politik kenegarawanan Presiden Jokowi juga dinilai mampu membuat dunia tercengang. Ini lantaran Presiden Jokowi mampu merangkul calon presiden yang menjadi lawan politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto bersedia menjadi menteri pembantunya di “Kabinet Indonesia Maju”. Posisinya pun amat strategi sebagai Menteri Pertahanan.

Dalam pertemuan menteri pembantu Presiden Donald Trump di Istana Merdeka tersebut, sebagaimana dilansir Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Mensesneg Praktikno mengabadikan kunjungan Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross yang membawa delegasi bisnis dari AS. @dok.setpres

Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan perwujudan komitmen dari Amerika Serikat untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia khususnya di bidang ekonomi (perdagangan dan investasi).

“Hal-hal detail sudah dibahas dengan Pak Menko, tapi pada level Presiden pembahasannya adalah mengenai masalah komitmen dan yang kedua mengenai kemitraan di dalam mengimplementasikan ASEAN Outlook Indo-Pasifik karena di situ ada beberapa kerja sama di bidang infrastruktur,” ucapnya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu melanjutkan, Kepala Negara menyampaikan prioritas pembangunan Indonesia untuk lima tahun ke depan yang mana pemerintah akan tetap melakukan pembangunan infrastruktur dengan disertai pembangunan pada sumber daya manusia.

Baca Juga:  Surabaya juara umum Kejurnas Selam Piala Gubernur Jatim 2019

Presiden Jokowi berharap Amerika Serikat dapat menjadi salah satu mitra Indonesia dalam kerja sama pembangunan itu.

“Presiden berharap bahwa Amerika akan menjadi salah satu dari partner Indonesia di dalam pengembangan kerja sama baik di bidang infrastruktur maupun di bidang pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ada pun dalam hal perdagangan, saat ini diketahui nilai perdagangan Indonesia dan Amerika mencapai USD 30 miliar. Dalam lima tahun mendatang, Presiden Joko Widodo berharap agar nilai tersebut dapat meningkat hingga dua kali lipatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo dan Menteri Perdagangan AS juga membicarakan soal fasilitas generalized system of preferences (GSP) untuk Indonesia. Dalam pembicaraan, disepakati bahwa tim dari Indonesia akan segera bertemu tim Amerika Serikat untuk membahas lebih lanjut isu GSP ini.

“Ini sebenarnya kan masalah yang sudah lama dibahas dan tadi sudah ada suatu kesepakatan bahwa mungkin awal Desember kita akan mengirim tim untuk negosiasi untuk menyelesaikan,” ujar Retno.

“Dari apa yang disampaikan, kita optimistis bahwa isu yang terkait dengan masalah fasilitas GSP ini akan selesai dengan baik, dengan win-win solution,” tandas Menteri Luar Negeri yang bertahan dua periode ini sebagaimana dilansir laman setpres. @licom_09