Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bamsoet bermanuver ‘Duri dalam Daging’ maju Calon Ketum Golkar, ditanggapi dingin Timses Airlangga
Menghadapi Munas Golkar 4-6 Desember 2019, benarkah Airlangga Hartarto bakal ditelikung Bambang Soesatyo? @dok.katadata
HEADLINE

Bamsoet bermanuver ‘Duri dalam Daging’ maju Calon Ketum Golkar, ditanggapi dingin Timses Airlangga 

LENSAINDONESIA.COM: Musyawaran Nasional (Munas) DPP Golkar, memilih ketua umum (Ketum) tinggal sebulan, pada 4-6 Desember mendatang. Bursa calon ketua umum dikejutkan wacana, calon ketua umum petahana, Airlangga Hartarto akan menghadapi pesaing tangguh, Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang kini menjadi Ketua MPR RI.

Munculnya nama Bamsoet siap maju berkompetisi ‘berebut’ kursi pimpinan DPP Golkar pada Munas nanti, ada yang beranggapan Bamsoet bermanuver “Duri dalam Daging”. Kendati pun kesiapannya maju dihembuskan lewat atas nama tim sukses Bamsoet.

Pasalnya, dalam konferensi pers di ruang Fraksi Partai Golkar di DPRI RI, Senayan, Jakarta, Kamis malam (3/10/2019), Bamsoet menyatakan cooling down dalam kontestasi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. Sikap ini disiratkan pasca sukses menduduki kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2024.

“Melihat tensi politik yang semakin memanas, kami kesampingkan konotasi dan menurunkan konsolidasi. Lain-lain biar lah saya, ketua umum (Airlangga Hartarto), dan Tuhan yang tahu apa yang sudah kami membuat komitmen,” kata Bamsoet ketika itu.

Menyeruaknya nama Bamsoet ini ditanggapi ‘dingin’ oleh Tim sukses (Timses) Airlangga. Timses ini beranggapan sebagai hal yang lumrah di Golkar.

“Sebetulnya tidak ada yang melarang siapa pun untuk maju dalam konstestasi Munas. Jadi, silahkan saja bila misalnya, mengatasnamakan tim Bambang Soesatyo mencalonkan,” ujar Timses Airlangga, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, yang Ketua
Komisi II DPR RI, di Kantor Komisi II, Senayan, Jumat (8/11/2019).

“Sekali pun saya belum mendengarkan pernyataan langsung dan resmi bahwa Bambang Soesatyo akan maju, pernyataan resmi yang terakhir yang saya dapat, saya lihat dan rekam dari berbagai media terkait Munas, Bambang Soesatyo akan mendukung Airlangga di Munas 2019. Itu yang terakhir, saya dengar,” sambung Doli yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, di Kantor Komisi 2 DPR RI.

Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung,, Timses Airlangga Hartarto. Ia juga Plt. Ketua DPD Golkar Sumatera Utara. @valen

Sebelumnya, saat ulang tahun Partai Golkar ke 55 di Jakarta, Presiden Jokowi di dalam pidatonya, memuji-muji Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Perekonomian di “Kabinet Indonesia Maju”. Pidato ini oleh tim sukses Bambang Soesatyo, dianggap intervensi agar Airlangga Hartarto menjadi Ketua umum Golkar dalam Munas 4-6 Desember mendatang.

Baca Juga:  Warga Sampang pengimpor sabu Malaysia 10 kg dituntut seumur hidup

Sebagai Timses Airlangga, Doli berpandangan amat bertolak belakang dengan dalih tim sukses Bamsoet dalam menanggapi pidato Presiden Jokowi terkait pujian terhadap Airlangga Hartarto.

“Wajar saja apabila Presiden menggangap kinerja bagus selama ini sebagai menteri anggota kabinet Beliau. Kemudian juga menilai kerja-kerja partai, kerja Partai Golkar cukup baik. Apa salah kalau diunggkapkan. Mendukung juga tidak masalahkan,” tegas Doli.

Menurut Doli, pujian tersebut sebagai apresiasi dan mengingatkan kepada seluruh jajaran Partai Golkar agar tetap solid. Karena hubungan pemerintah dan Partai Golkar selama ini dinilai cukup baik.

“Kalau kita solid semua, proses perjalanan pemerintahan ini bisa cukup baik dan kondusif. Dan, salah satunya untuk menjaga soliditas kalau kita menjaga komitmen. Sebagai politisi, kita diingatkan saja, kalian kalau sudah komit ya komit, itu saja. Gak ada yang melarang ini maju, ini gak boleh maju, kan gak ada yang kayak gitu,” kata Doli lagi.

“Pujian Presiden terhadap Airlangga bukanlah intervensi, tapi yang menentukan terpilihnya Ketua Umum Partai Golkar atau tidak, adalah DPD (Dewan Pimpinan Daerah) kabupaten kota, dan provinsi. Jadi, merekalah yang menentukan siapa yang dipilh,” sambung Doli.

Soal sering terjadinya dinamika di tubuh Partai Golkar, menurut Doli, hal ini sudah biasa terjadi di Partai Golkar, dan tidak akan menimbukan pengaruh kelangsungan partai.

“Partai Golkar sudah terbiasa menjalani dinamika seperti ini. Setiap mau Munas ada kontestasi, ada kompetisi, ada kandidat-kandidat, dua dan tiga orang. Itu sesuatu yang memang harus terjadi, supaya organisasi ini sehat dan berjalan,” kata Doli.

“Cuma saya dan kawan – kawan muda sering mengingatkan, kita punya pengalaman buruk lima tahun lalu. Karena dinamikanya terlalu tinggi, kemudian kepentingan-kepentingan yang di luar partai ikut serta di dalamnya, waktu itu setahun penuh kita mengalami dualisme,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ribuan Bunga Tabebuya bermekaran, suasana jalan protokol Surabaya mirip di Jepang

Doli kembali mengingatkan pengalaman kisruh Golkar, yang tidak menguntungkan perkembangan partai.

“Banyak pesan, termasuk pesan Pak Jokowi. Mungkin waktu itu, Presiden merasa dengan situasi Partai Golkar setahun lebih mengalami dinamika yang luar biasa, pemerintahan agak terganggu. Pak Jokowi menyampaikan harapan itu kan juga wajar, dong. Dia menginginkan semua pemerintahan ini berjalan stabil. Kalau stabil, kalau misalnya partai solid bisa menjalankan fungsinya secara baik, itu sesuatu yang biasa saja,” kata Doli.

Di atas kertas, hampir mayoritas DPD, yaitu sebanyak 32 DPD Partai Golkar mendukung Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar untuk periode mendatang. Hasil ini diharapkan juga akan dinyatakan pada Munas mendatang. @valen