Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Penjualan merosot, Semen Indonesia optimalisasi ekspor, yakin tahun 2020 naik lagi hingga 5 persen
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono saat pemaparan fluktuasi bisnis Semen Indonesia Group di Bali, Kamis malam (07/11/2019). Ist
EKONOMI & BISNIS

Penjualan merosot, Semen Indonesia optimalisasi ekspor, yakin tahun 2020 naik lagi hingga 5 persen 

LENSAINDONESIA.COM: PT Semen Indonesia Group kini mencoba optimalisasi ekpor semen di beberapa negara di Asia, diantaranya Bangladesh, India, Srilanka, Filipina, Timor Leste dan Maladewa.

Hal ini dilakukan karena penjualan PT Semen Indonesia Group merosot hingga 4,9 persen dibarengi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang turun di angka 2 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono menyampaikan, penurunan ini mengkondisikan pasar menjadi over suplay sekitar 30 juta ton. Dengan demikian, pihaknya harus melangkah untuk optmimalisasi ekpor.

“Kapasitas ekspor saat ini sih masih berkapasitas 2,9 juta ton saja. Untuk itu, kami masih memilah negara yang biaya logistik semennya paling ekonomis, sebab kami juga perlu menghitung margin keuntungannya,” papar Sigit kepada Lensaindonesia.com, Jumat (08/11/2019).

Ia menambahkan, pihaknya masih optimis di akhir tahun nanti akan mencatat angka penjualan yang sama seperti tahun lalu.

“Kami yakin adanya waktu yang tersisa di akhir tahun ini, meski berharap kenaikan penjualan agak susah akibat efek tahun politik, setidaknya minimal sama seperti tahun lalu,” ucap Sigit.

Saat ini kapasitas terpasang pabrik milik Semen Indonesia Group di Indonesia mencapai 51 juta ton dan 2 juta ton di Vietnam. Secara nasional, kapasitas terpasang sejumlah 113 juta ton, Namun, kebutuhan pasar nasional hanya 70 juta ton semen. Artinya, Semen Indonesia Group masih mendominasi market share produk semen secara nasional sekitar 53 persen.

Di saat penjualan menurun, justru revenue Semen Indonesia masih bertumbuh 3,1 persen dari 21,45 menjadi 28,12 persen. Ini disebabkan hasil konsolidasi dengan PT SBI yang sebelumnya ber merek Holcim Indonesia kini menjadi Dynamix.

“Sekarang ini kami punya 5 produk semen. Di Aceh, ada Semen Andalas, di Sumatera Barat ada Semen Padang, Semen Gresik di Tuban dan Rembang lalu ada Dynamix serta Semen Thang Long di Vietnam,” terang Sigit.

Baca Juga:  Pilot Batik Air disebut pingsan di udara akibat serangan jantung, ini penjelasan maskapai dan dokter

Optimis 2020 penjualan melonjak hingga 5 persen
Kendati konsumsi semen melamban, PT Semen Indonesia Group optimis di tahun 2020 penjualan produknya kembali normal sesuai perkiraan sebelumnya hingga melonjak di angka 4 – 5 persen.

“Di tahun depan, kami yakin konsumsi semen nasional lebih tinggi dibanding tahun ini, walaupun tahun 2018 lalu kami naik 7 persen, untuk tahun depan naik sesuai pertumbuhan ekonomi itu sudah bagus,” pungkas Sigit.@Eld-Licom