Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
30 Negara ramaikan SIAL Interfood 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta
Suasana gebyar pameran SIAL Interfood di JIExpo, Kemayoran Jakarta. @dok.istimewa
HEADLINE

30 Negara ramaikan SIAL Interfood 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta 

LENSAINDONESIA.COM: Suasana semarak JIExpo Kemayoran Jakarta mengundang sensasi bisnis. Mulai 13 sampai 15 November 2019, berlangsung pameran berskala internasional untuk makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran dan cafe, serta bakery. Gebyar bursa industri Agro ini bertajuk “The Global Food Marketplace” atau Salon International de I’alimentation (SIAL) Interfood 2019.

Peserta pameran dari luar negeri mencapai 30 negara. Antara lain, Australia, Argentina, Belanda, Belgia, China, Dubai, Ekuador, India, Italia, Jepang, Jerman, Korsel, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Prancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, Turki, Timor Leste, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam dan Yunani.

Daud Dharma Salim, CEO Krista Exhibition, mengatakan, SIAL Interfood 2019 merupakan sebuah platform yang sempurna. Karena menyediakan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi bersama.

“Ini merupakan pilihan yang tepat bagi perdagangan dan pengunjung di bidang bisnis makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru dalam industri makanan dan minuman,” kata Daud di Jakarta.

CEO Krista Exhibition, Daud Dharma Salim dan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim (No 2 dan 3 dari kiri) memaparkan program SIAL Interfood di depan awak media. @rudi

Menurut Daud, jumlah peserta pameran makanan dan minuman tahun ini mengalami peningkatan yang drastis. Sehingga, memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk dapat mengenal produk-produk lokal maupun internasional.

“Pameran yang ke-19 ini cukup spesial. Ada peningkatan peserta pameran yang mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu,” kata Daud.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Abdul Rochim, mengatakan pameran ini merupakan salah satu terobosan yang tepat untuk mengenalkan produk-produk makanan dan minuman, baik dalam maupun luar negeri ke masyarakat.

“Ini adalah pameran internasional yang akan mendatangkan buyer potensial. Sehingga, kita bisa mempromosikan industri makanan dan minuman nasional ke dalam maupun luar negeri,” katanya.

Baca Juga:  Milenial Simalungun hebohkan Festival Danau Toba, 1000 “Bulang Sulappei” pecahkan MURI

Rochim juga menyampaikan, bahwa industri makanan dan minuman menjadi salah satu industri unggulan dalam mendongkrak pertumbuhan industri, maupun pertumbuhan ekonomi.

Kontribusi industri ini mencapai 36,49 persen terhadap pertumbuhan industri nonmigas hingga triwulan III/2019. Angka tersebut lebih tinggi dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang 35,36 persen.

Untuk itu, Kemenperin mendorong peningkatan industri makanan dan minuman. Salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan pameran di dalam maupun luar negeri.

“Sehingga, diharapkan ekspor industri makanan dan minuman dapat terus meningkat melalui promosi pada pameran-pameran yang diikuti,” ujar Rochim.

DIIKUTI 880 PERUSAHAAN
Pameran ini targetnya diikuti lebih dari 880 perusahaan nasional maupun internasional. Diprediksi dihadiri 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Untuk pameran produk makanan dan minuman menampilkan 28 sektor. Antara lain, produk susu dan telur, keju, daging, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, kopi, minuman-minuman, peralatan masakan dan masih banyak lainnya.

Pameran SIAL Interfood 2019 juga menghadirkan program-program menarik. Ada Sial Innovations, La Cuisine Competition (penampilan para chef), dan beberapa kompetisi dan perlombaan di bidang makanan dan minuman. @Rudi