Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menuju Piala Dunia U-20, KONI Jatim minta Khofifah dan Risma urus Stadion GBT bersama
Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung. FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE SPORT

Menuju Piala Dunia U-20, KONI Jatim minta Khofifah dan Risma urus Stadion GBT bersama 

LENSAINDONESIA.COM: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meminta polemik ‘bau sampah’ di stadion Gelora Bung Tomo
(GBT) Surabaya diakhiri. Apalagi, stadion di kawasan Benowo tersebut akan dipakai sebagai venue pertandingan sepakbola Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti.

Ketua KONI Jawa Timur Erlangga Satriagung juga menyerukan agar kedua pihak, yakni Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Kota Surabaya tak saling bersinggungan soal penentuan stadion.

Erlangga mengaku telah bertemu pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) membicarakan soal kepastian venue Piala Dunia U-20 agar bisa diselenggarakan di Stadion Gelora GBT Surabaya.

“Saya sama Pak Tom (Kepala Dispora Jatim Supratomo) sudah ketemu PSSI bahas agar U-20 tahun 2021 nanti bisa dilaksankan di GBT Surabaya. Kita ingin ada hal-hal kurang mengenakkan agar di-stop. Mari kita bangun kebersamaan, kesolidan supaya keinginan kita semua agar Jawa Timur, Kota Surabaya bisa jadi tuan rumah,” ujar Erlangga ditemui LICOM di Kantor KONI Jatim, Rabu (13/11/2019).

Pihaknya meyakini bahwa kejadian kemarin antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang saling adu pendapat soal Stadion GBT Surabaya hanya missed saja. Justru Gubernur sangat mendukung Surabaya jadi tuan rumah acara bergengsi olahraga tingkat internasional itu.

“Stop jangan goreng-goreng lagi persoalan itu. Hidup di jaman sekarang sudah ada teknologi canggih untuk mengatsinya. Jadi itu (bau sampah) bukan persoalan. Stadion GBT ini paling layak untuk Piala Dunia U-20. Mungkin yang perlu diperbaiki lagi soal akses jalannya. Ini yang perlu kerjasama antara Pemprov dan Pemkot,” tegasnya.

Menurut Erlangga, berita yang tersiar di masyarakat cuma sepotong-sepotong, sehingga tafsir yang muncul adalah Khofifah tidak menginginkan Kota Surabaya menjadi salah satu lokasi venue pertandingan Piala Dunia.

Baca Juga:  Naik 310 persen, 55.000 UMKM peroleh kucuran kredit dari platform digital Amar Bank

Apalagi ada pernyataan Khofifah yang mengajukan Stadion Kanjuruhan, Malang, sebagai pengganti GBT. Hal itu ternyata membuat masyarakat semakin panas, khususnya di media sosial (medsos).

Pihaknya menilai opsi-opsi stadion lain hanya sebagai penegasan menjawab pertanyaan saat beliau diwawancarai mengenai ketiadaan stadion yang layak selain GBT. Namun, Erlangga memastikan GBT tetap menjadi pilihan utama.

“Kalau saya jadi Gubernur, lalu ditanyakan apakah tidak ada stadion lain yang layak, masa saya langsung jawab iya? Tapi itu bukan berarti Gubernur menolak, tapi mencari rasionalitas yang tepat guna memperjuangkan Jawa Timur sebagai salah satu lokasi venue pertandingan laga Piala Dunia. Karena di sana banyak provinsi lain yang juga mengajukan diri,” cetusnya.

Karena itu, sekarang pihaknya mengajak keduanya berperan aktif dan saling membantu mengatasi kekurangan GBT. Peran Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya sangat panting dalam menyelesaikan persoalan aroma sampah asal TPA Benowo yang kerap kali tercium sampai di Stadion GBT.

“Pastilah ada solusi. Peran Pemprov ini sangat penting karena mereka pembina teknis bidang LH (Lingkungan Hidup) yang menyangkut TPA Benowo. Tinggal bagaimana Pemprov dan Pemkot duduk bersama menuntaskan hal-hal itu,” imbuhnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim Supratomo, komitmen Gubernur Jatim terhadap penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 di Surabaya sangatlah kuat.

Gubernur Khofifah, lanjut dia, berniat akan mengawal seluruh proses persiapan penyelenggaraan event tersebut hingga usai agar lancar tanpa kendala apa pun.

“Pada Agustus lalu, Pak Erick Thohir yang turut berjasa memperjuangkan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia, sempat menyampaikan ke Bu Gubernur dan Pak Wagub bahwa GBT turut diusulkan untuk venue Piala Dunia U-20 dan beliau berdua mendukung. Komitmen itu tidak berubah sampai saat ini. Pemprov siap berkoordinasi untuk itu. Ini kesempatan yang langka, Surabaya harus menjadi tuan rumah,” pungkas Pak Tom.@sarifa

Baca Juga:  Aliansi kota Santri lawan kekerasan seksual desak Polres Jombang tindaklanjuti laporan pencabulan