Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ratusan atlet Puslada Jatim jalani pemempaan mental di Rindam
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Ir Erlangga Satriagung. FOTO: fredy-LICOM
HEADLINE SPORT

Ratusan atlet Puslada Jatim jalani pemempaan mental di Rindam 

LENSAINDONESIA.COM: Atlet dan pelatih Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur menjalani pembinaan karakter di Depo Pendidikan (Dodik) Bela Negara Resimen Induk Komando Daerah Militer V/Brawijaya, Malang.

Agenda pembinaan karakter (Binter) di Rindam ini dibagi dalam dua gelombang. Rombongan pertama terdiri dari 242 orang, dari 20 cabang olahraga. Mereka berada di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) V/Brawijaya, Malang sejak Kamis, 14 Nopember 2019.

Ketua Umum KONI Jatim, Erlangga Satriagung mengatakan, selama sepuluh hari ke depan para atlet itu akan ditempa agar memiliki mental juara.

Menurutnya, program binter merupakan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Melalui program ini KONI Jatim ingin atlet dan pelatih tertanam jiwa pemenang.

“Kami ingin atlet Jatim memiliki jiwa pantang menyerah. Disiplin dan nilai perjuangan diajarkan semua di sini. Kalau ini tidak dikuatkan, atlet akan patah semangat duluan ketika menghadapi lawan yang berat,” ujar Erlangga di KONI Jatim, Jumat (15/11/2019).

“Apalagi PON tahun depan akan dilangsungkan di Papua yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Oleh sebab itu kami persiapkan mentalnya. Supaya mereka tidak kaget, dan tidak down di PON Papua nanti,” imbuhnya.

Setelah memberangkatkan 242 orang pada gelombang pertama, KONI Jatim akan mengirimkan 350 atlet dan pelatih pada gelombang kedua. Mereka akan menjalani binter di Rindam mulai 5 Desember 2019 mendatang.

“Nanti dari Rindam akan mendatangi semua cabor yang pernah di-binter secara rutin. Dibangunkan lagi karakternya. Jadi ini tidak bisa hanya sekali, harus berkelanjutan. Akan dijaga selama 2020. Sehingga mereka siap tempur di PON,” jabar Erlangga.

Sementara itu, Komandan Rindam V/Brawijaya Kolonel Inf Dendi Suryadi mengatakan, yang terpenting dari seorang atlet adalah kesetiaan, dan harga dirinya. Ketika menjadi atlet Jawa Timur, jangan sampai mereka kehilangan integritas.

Baca Juga:  Dana desa 2020 naik jadi Rp72 T, Jokowi ingin desa-desa jadi produktif dan padat karya

“Ini salah satu upaya spiritual. Supaya mereka memiliki spirit olahraga yang bagus, kami masuk dengan metode hipnoterapi. Kadang mereka merasa sudah mencapai batas secara fisik, namun alam bawah sadarnya punya kemampuan lebih dari itu,” jelasnya.@fredy