Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Digeruduk massa Pemuda Pancasila, Nissan kembalikan mobil Samsurin yang dirampas debt collector
Samsurin menerima mobilnya Datsun Go bernopol L 1636 SV yang sempat dirampas debt collector. FOTO: iwan-licom
HEADLINE JATIM RAYA

Digeruduk massa Pemuda Pancasila, Nissan kembalikan mobil Samsurin yang dirampas debt collector 

LENSAINDONESIA.COM: PT Nissan Financial Service Indonesia (NFSI) akhirnya mengembalikan mobil milik Samsurin yang sebelumnya dirampas oleh debt collector PT Lapan Anam Indonesia pada Selasa 12 November 2019.

Pengembalian tersebut dilakukan pada di kantor PT NFSI usai digeruduk oleh ratusan anggota ormas Pemuda Pancasila, Selasa (19/11/2019).

Proses pengembalian tersebut dilakukan melalui jasa perantara perwakilan PT NFSI maupun PT Lapan Anam Indonesia yang diduga tak mau berhadapan dengan ratusan anggota Pemuda Pancasila saat mengembalikan unit. Bahkan, kantor PT NFSI di Jl Dr Soetomo saat didatangi tidak terdapat satupun karyawan yang bekerja.

“Saya sampaikan terima kasih kepada semua anggota dan lotalitas sehingga mobil saya kembali. Karena itu, mobil ini saya berikan kepada MPC Pemuda Pancasila Surabaya untuk digunakan sebaik mungkin,” kata Samsurin usai mobil Datsun Go bernopol L 1636 SV tersebut dikembalikan.

Meski sudah dikembalikan, mobil tersebut ternyata tidak dalam kondisi baik seperti semula. Beberapa barang berharga seperti sepatu kulit, sabuk dan tas berisi cincin rubi, jam tangan Omega, dan buku tebungan belum kembali.

“Bodi mobil sebelah kiri rusak dan beberapa stiker logo Pemuda Pancasila juga sudah dicopot. Kita akan klaimkan kepada pihak leasing karena kondisi mobil ada yang rusak,” tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah debt collector diketahui merampas mobil Samsurin karena dianggap menunggak cicilan kredit selama sepuluh bulan. Padahal, Samsurin mengaku sudah membayar delapan bulan cicilan terhitung sampai bulan Agustus dan hanya kurang dua bulan.

“Kalau sistemnya terblokir kenapa pembayaran masih bisa dilakukan. Saya punya buktinya tapi tetap saja dirampas mobil berikut barang didalamnya,” tegas Surin.

Hal senada juga disampaikan Weisal Karni Pengacara Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila Surabaya bahwa PT Lapan Anam Indonesia selaku penerima kuasa dari PT NFSI juga telah melakukan perbuatan melawan hukum. Sebab menurut dia pihak leasing tersebut tidak menunjukkan sertifikat jaminan fidusia pada saat melakukan penarikan mobil milik nasabah dari anggota kami Pemuda Pancasila Surabaya.

Baca Juga:  Pneumonia jadi pembunuh balita tertinggi ke 2 di Indonesia, ini solusinya!

“Itu merupakan perbuatan melawan hukum. Apalagi jika sampai debt collector yang disuruh tidak memiliki sertifikat yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Pembiayaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dan kami (LPPH Pemuda Pancasila Surabaya) akan menelusuri hal tersebut,” jelas Weisal.@wan