Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
UMM dan BCA persiapkan mahasiswa hadapi revolusi industri 4.0
Kepala Pengembangan Operasi Wilayah VIII BCA Edy Santoso (kanan) menyerahkan token of appreciation kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM, Ida Zuhroh sesuai Kuliah Umum bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. FOTO: aji-LICOM
EDUKASI

UMM dan BCA persiapkan mahasiswa hadapi revolusi industri 4.0 

LENSAINDONESIA.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggandeng Bank Central Asia (BCA) untuk membekali mahasiswa menghadapi revolusi industri 4.0.

Karena itu, UMM menggelar kuliah umum yang menghadirkan narasumber dari BCA.

Menurut Fauzan, terobosan seperti ini harus terus dilakukan agara para mahasiswa memiliki kompetensi dan daya saing di era disrupsi teknologi.

“Untuk itu, UMM menggandeng banyak kalangan industri. Satu diantaranya adalah Bank Central Asia. Itu untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar kompeten dan memiliki daya saing,” kata Fauzan di sela kuliah umum, Selasa (19/11/2019).

UMM, lanjut Fauzan, akan terus menghadirkan tenaga profesional dari berbagai latar belakang profesi. Tujuannya untuk melatih mahasiswa dalam bentuk pelatihan maupun kuliah umum. Harapannya, kata Fauzan, untuk memperbarui pengetahuan mahasiswa. Sehingga mereka lebih mengenal realitas dunia riil yang ada di sekitarnya.

“Kami melakukan kebijakan itu untuk mengembangkan mindset mahasiswa. Sehingga mereka  lebih mampu beradaptasi dengan realitas kehidupan yang selalu dinamis, tidak statis,” tuturnya.

Makanya, terang dia, UMM memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan vokasi kepada mahasiswa. Itu  selain bidang ilmu yang dipelajari sesuai dengan Prodi masing-masing.

“Jika hal itu dilakukan kami yakin mereka akan benar-benar siap memasuki dunia kerja. Bahkan kami optimistis mereka bakal menjadi lebih kompetitif di dunia kerja setelah lulus kuliah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pengembangan Operasi Wilayah VIII PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Edy Santoso kala memberikan  kuliah umum pada mahasiswa UMM mengatakan jika mahasiswa perlu lebih meningkatkan kompetensi diri. “Sehingga berdaya saing di era disrupsi teknologi, revolusi industri atau era berbasis cyber physical system ini,” kata dia.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang pesat serta persaingan yang semakin ketat menuntut mahasiswa memiliki bekal yang cukup. Terutama dalam menghadapi dunia kerja pada era revolusi industri 4.0.

Baca Juga:  Gelar Wisuda ke-23, STIAPAS targetkan SDM mandiri dan profesional

“Kondisi semacam itu mendorong kami untuk berkontribusi. Khususnya dalam memberikan nilai tambah kepada mahasiswa demi persiapan masa depannya,” ujarnya.

Dia menyampaikan hal tersebut kepada 300 mahasiswa UMM yang sudah  tingkat akhir. Materi yang disampaikan bertema “Sukses Menghadapi Dunia Kerja di Era 4.0.

Menurut Edy, pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa dan  kualitas sumber daya manusia. “Karena itu BCA senantiasa berkomitmen dalam mendukung visi pemerintah yang bertajuk “SDM Unggul, Indonesia Maju,” jelasnya.

Komitmen tersebut kata dia diimplementasikan dengan memberikan pembekalan kepada mahasiswa melalui antara lain kuliah umum.  Kuliah Umum itu juga menghadirkan Founder KM Plus & Principal Consultant Alvin Soleh sebagai pembicara.

Tahun ini, kata dia, BCA telah mengadakan seminar dan kuliah umum untuk beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Indonesia, serta Institut Teknologi Sepuluh November.

“Kuliah umum ini diharapkan dapat pula menjadi salah satu motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat dalam mencapai prestasi akademik dan meningkatkan daya saingnya untuk persaingan dalam negeri bahkan hingga kancah global,” tutur Edy Santoso.@aji