Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menelusuri fakta-fakta tempat lahir Bung Karno di Ploso Jombang
Bupati Jombang Mundjidah Wahab meninjau bekas rumah Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. FOTO: obi-LICOM
HEADLINE UTAMA

Menelusuri fakta-fakta tempat lahir Bung Karno di Ploso Jombang 

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang Mundjidah Wahab menemui masyarakat Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti peninggalan yang mempunyai sejarah di wilayah tersebut. Ya, reruntuhan bekas rumah orang tua Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia.

Bangunan yang sudah roboh tersebut merupakan tempat tinggal Sang Proklamator, Ir Soekarno semasa Raden Soekeni Sosrodihardjo, ayah Bung Karno menjadi Mantri Guru di Sekolah Ongko Loro di Ploso, Jombang.

Rumah itu juga diduga kuat sebagai tempat kelahiran Bung Karno.

Di lokasi tersebut, Bupati Mundjidah berbincang dengan masyarakat sekitar tentang bagaimana asal usul rumah yang telah diklaim warga merupakan tempat bersejarah yakni rumah yang menjadi tempat tinggal Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia selama enam tahun di waktu masa kecilnya.

“Kita harus tahu bagaimana sejarah yang sebenarnya (Bung Karno lahir di Ploso), dan terlebih memang juga diakui secara resmi oleh keluarga,” beber Bupati Mundjidah Wahab kepada lensaindonesia.com usai berdialog dengan warga setempat, Kamis (21/11/2019).

Pondasi bekas rumah Bung Karno.

Munjidah meminta semua pihak baik warga masyarakat dan juga pemerhati sejarah, jika ada penemuan benda-benda yang bersejarah seperti halnya rumah Bung Karno semasa kecil di Ploso dan juga penemuan-penemuan lainnya, maka akan diarahkan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.

“Yang jelas kami sudah tahu fisik dan kondisinya, untuk itu selanjutnya membutuhkan kajian. Manakala ada pembahasan tentang rumah yang pernah ditempati Bung Karno ini, kita sudah mengetahui fisiknya,” ungkap, putri Pahlawan Nasional, KH Wahab Chasbulloh ini.

Diketahui dalam beberapa catatan dan naskah buku yang pernah ditulis yang diterbitkan Kemang Studio Aksara dengan Akademi Kebangsaan berjudul “Ida Ayu Nyoman Rai, Ibu Bangsa”, yang ditulis oleh tujuh orang profesor dan satu orang doktor, Raden Soekeni Sosrodihardjo (Ayah Bung Karno) pindah mengajar dari Surabaya ke Ploso pada tanggal 28 Desember 1901 berdasarkan Beselit (surat keputusan/penetapan/pengangkatan) nomor 16232.

Baca Juga:  Perkuat wawasan nusantara untuk kuatkan ideologi dan semangat kebangsaan

Beselit kepindahan nomor 16232
tersebut menjadi salah satu pedoman catatan bahwa Bung Karno lahir di rumah tersebut.

Dugaan itu menguat dengan adanya data autentik tulisan tangan Raden Soekeni Sosrodihardjo tentang tanda lahir Raden Koesno Sosrodihardjo (nama kecil Bung Karno) yang menyatakan bahwa, Bung Karno lahir tanggal 06 Juni 1902 di Soerabaja.

Pada tahun tersebut, Kabupaten Jombang belum terbentuk atau masih berstatus wilayah yang tergabung dengan daerah lainnya dan Ploso merupakan bagian dari Karesidenan Soerabaja (Surabaya).

Pada catatan lain, Bung Karno lahir di Ploso, Jonbang yakni register pendaftaran sekolah Bung Karno di THS Bandung yang menyatakan Raden Soekarno lahir pada tanggal 06 Juni 1902 di Soerabaja.

Di lain pihak keberadaan Soekarno kecil di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang ini juga dibenarkan oleh Raden Mas Kushartono, kerabat Bung Karno yang juga merupakan juru kunci Situs Persada Soekarno, Dalem Pojok, Wates, Kediri saat berada di lokasi bersama warga sekitar.

“Dari Persada Soekarno Kediri, tidak ada keraguan lagi. Banyak dokumen-dokumen yang menyebutkan keberadaan Bung Karno di Ploso. Buku-buku lama memang tidak disebutkan tentang tempat tinggal (rumah) di Ploso. Akan tetapi kemudian ada penelitian lanjutan, yang ditulis oleh Dian Sukarno dan yang lain, itu jelas rumahnya di sini,” beber Kushartono.

Kushartono menjelaskan, bahwa dari dokumen tertulis pihak keluarga yakni tulisan tangan Raden Soekeni menyebut bahwa Bung Karno lahir 1902 bukan 1901. Kemudian di dalam dokumen Belanda, tanggal 28 Desember 1901 (Raden Soekeni) sudah pindah dari Surabaya menuju Ploso.

“Dari situ dimungkinkan, Bung Karno itu karena lahirnya 1902, itu berarti lahirnya di Ploso. Terlebih, adanya dokumen lain yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir tanggal 06 Juni 1902 yakni dokumen dari ITB (THS) Bandung,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kabupaten Jombang kembali raih penghargaan Peduli HAM 2019
Bupati Jombang Mundjidah Wahab meninjau lokasi bekas rumah Bung Karno.

Sementara itu, Syaiful Ashari (54), Ketua RT setempat berharap jika nanti ada tindak lanjut tentang pelestarian sejarah rumah ini paling tidak harus diselesaikan antara pemerintah dengan ahli waris pemilik rumah yang saat ini menjadi milik keluarga almarhum Salekan yang diketahui merupakan sahabat karib R Soekeni.

“Jika benar itu nanti diselesaikan antara keluarga dan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, paling tidak ekonomi masyarakat sini akan jalan. Ya harapannya seperti itu, (menjadi kawasan wisata peninggalan bersejarah),” pungkasnya.@Obi