Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gubernur Khofifah serahkan DIPA 2020, Risma dan Faida tak hadir  
Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan DIPA TA 2020 kepada Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. FOTO: sarifa-licom
HEADLINE PROOTONOMI

Gubernur Khofifah serahkan DIPA 2020, Risma dan Faida tak hadir   

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020 untuk kabupaten/kota di Jatim.

Sayangnya, dari total 38 kabupaten/kota di Jatim hanya sebanyak 36 kabupaten/kota yang diterima secara langsung saat Rapat Koordinasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Rangka Mensukseskan Lima Prioritas Pembangunan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Penyerahan DIPA Tahun Anggaran (TA) 2020 di Convex Grand City Surabaya, Jumat (22/11/2019).

Penyerahan DIPA harus langsung diterima oleh kepala daerah masing-masing. Ada dua kepala daerah yang tak hadir saat acara berlangsung yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Jember, Faida.

Gubernur Khofifah berpesan DIPA yang dibagikan harus tersampaikan kepada penerima manfaat. Ia meminta seluruh pihak tak hanya melakukan ‘sent’ program tapi juga memastikan program ‘delivered’ pada masyarakat. Seperti beberapa kali disampaikan oleh Presiden.

“Pastikan DIPA maupun dana desa sampai pada penerima manfaat. Tidak hanya terkirim, tetapi sampai kepada penerima manfaat. Diumpamakan jika kita mengirim pesan  WA (whatsapp) bukan hanya ‘sent’ saja tapi harus ‘delivered’ pada penerima sebagaimana pesan pak Presiden,” ujar Khofifah.

Dikatakannya, penyerahan DIPA kepada bupati/wali kota ini juga disertai transfer alokasi dana yang harus sampai ke desa, total DAK dan alokasi dana transfer daerah dan desa se Jatim jumlahnya mencapai Rp. 79,31 triliun.

Penyerahan DIPA ini diberikan guna menjalankan program prioritas pembangunan nasional 2019-2024 untuk mewujudkan Indonesia Maju  pada tahun 2045.

Ada lima program prioritas Presiden Jokowi yang ditekankan dalam lima tahun ke depan. Yaitu mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, penyederhanaan regulasi dan peraturan perundangan, reformasi  birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Baca Juga:  Keputusan Menag 982 tahun 2019 mengundang polemik, ini kata Ketua Harian Halal Institute

“Pada posisi ini, tentu kita berharap sesuai juga pesan Bapak  Presiden. Segerakan proses penyiapan semuanya termasuk yang harus lelang. Silakan segera dilakukan lelang. Jangan diakhir-akhir tahun anggaran kemudian masih ada anggaran yang belum teserap karena proses lelangnya yang belum selesai,” papar orang nomor satu di Jatim sambil menjelaskan penyerahan DIPA ini melanjutkan penyerahan DIPA yang dilakukan di pusat pada tanggal 14 November yang lalu.

Karena itu, jelas Mantan Mensos di era Presiden Jokowi, Rakor ini merupakan sarana dalam membangun sinergitas sekaligus bisa mem-breakdown program prioritas nasional yang disampikan Presiden RI Jokowi dalam Rakornas di Sentul Bogor, Rabu (13/11/2019) lalu. Masing-masing daerah diharapkan ada tindak lanjut dari Rakornas tersebut.

“Ini penting untuk memberseiringkan antara seluruh program nasional dengan program yang dimiliki provinsi, maupun kabupaten/kota sampai tingkat desa dan kelurahan. Agar seluruh program nyambung dari pemerintah pusat sampai desa,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik mengapresiasi Jatim sebagai provinsi pertama yang menindaklanjuti kegiatan Rakornas Indonesia Maju. Artinya Jatim memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung Indonesia Maju.

“Pak Menteri menyampaikan pesan kepada seluruh pemangku kepentingan di Jatim untuk memperhatikan betul pesan Bapak Presiden tentang pentingnya komunikasi. Betapa pentingnya kita membangun kebersamaan,” pungkasnya.

Selain menyerahkan DIPA, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan tentang indikator kinerja pelaksanaan anggaran, laporan keuangan dan kredit usaha rakyat serta melakukan penandatanganan Komitmen atau MoU Pencananganan Gerakan Jawa Timur Menabung. Dengan satu siswa satu akun atau One Student One Account.  

Semenetara, setelah acara berakhir tiba-tiba datang Walikota Surabaya Tri Rismaharini ke Grand City dan langsung menemui Gubernur Jatim Khofifah di ruang transit. Khofifah sempat menemui Risma di saling mengobrol tanpa diliput awak media.

Baca Juga:  Dewan Pengawas KPK akan diisi figur terbaik di bidangnya, ini ditegaskan Presiden

Meski sudah bertemu Khofifah, namun tak ada penyerahan DIPA TA 2020 sebagaimana yang dilakukan pada kepala daerah yang lain.
Ini karena dokumen DIPA yang seharusnya diserahkan pada Wali Kota Surabaya sudah dibawa ke luar tempat acara begitu kegiatan berakhir.@sarifa