Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Terima DIPA hampir Rp 2 Triliun, Bupati Jombang ingin percepatan pembangunan hingga pelosok desa
Bupati Jombang Mundjidah Wahab saat menerima DIPA 2020 dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (22/11/2019). FOTO: OBI-LICOM
HEADLINE PROOTONOMI

Terima DIPA hampir Rp 2 Triliun, Bupati Jombang ingin percepatan pembangunan hingga pelosok desa 

LENSAINDONESIA.COM: Kabupaten Jombang menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2020 sebesar sebesar Rp 1.929.965.773.000,-.

DIPA tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab saat Rapat Koordinasi Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 ‘Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Rangka Mensukseskan Lima Prioritas Pembangunan Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Maju’ dan Penyerahan DIPA Tahun Anggaran (TA) 2020 di Convex Grand City Surabaya, Jumat 22 Nopember 2019 lalu.

Mundjidah Wahab mengatakan, Pemkab akan menggunakan DIPA dan Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) anggaran 2020 untuk percepatan pembangunan hingga ke pelosok desa.

“Kami akan menggunakan untuk pembangunan serta kemakmuran masyarakat di Jombang. Semoga bermanfaat dan Indonesia Maju 2045 terwujud,” katanya, Minggu (24/11/2019).

Saat menyerahkan DIPA 2020 kepada seluruh bupati/wali kota se-Jatim lalu, Gubernur Jatim Khofifah menyampaikan dan meminta kepada seluruh pihak tak hanya melakukan ‘sent’ program tapi juga memastikan program ‘delivered’ pada masyarakat. “Hak ini seperti yang seringkali disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” katanya.

Khofifah mengatakan, bahwa penyerahan DIPA kepada bupati dan wali kota ini juga disertai transfer alokasi dana yang harus sampai ke desa, dengan total DAK dana alokasi dana transfer daerah dan desa se-Jatim mencapai Rp 79,31 Triliun.

Penyerahan DIPA ini diberikan guna menjalankan program prioritas pembangunan nasional 2019-2024 untuk mewujudkan Indonesia Maju pada tahun 2045.

“Yang tertuang dalam lima program prioritas Presiden Jokowi yang ditekankan dalam lima tahun ke depan. Yakni mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, penyederhanaan regulasi dan peraturan perundangan, reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi,” jelasnya.

Khofifah menginstruksikan agar hal ini sesuai pesan Presiden. Yaitu dengan segera melakukan proses penyiapan semuanya, termasuk yang harus dilakukan lelang. “Silakan segera dilakukan lelang dan jangan diakhir-akhir tahun anggaran kemudian masih ada anggaran yang belum terserap karena proses lelang yang belum selesai,” paparnya.

Khofifah juga meminta agar rakor ini sebagai sarana dalam membangun sinergitas sekaligus bisa mem-breakdown program prioritas nasional yang telah disampaikan Presiden RI Jokowi dalam Rakornas di Sentul Bogor, Rabu 13 Nopember 2019.@Obi