Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Asosiasi TV swasta siap perjuangkan revisi RUU Penyiaran, 17 tahun terkatung-katung di Senayan
Syafril Nasution saat bersama Presiden RI Joko Widodo di sebuah acara Partai Perindo di Jakarta. @dok.ist
HEADLINE

Asosiasi TV swasta siap perjuangkan revisi RUU Penyiaran, 17 tahun terkatung-katung di Senayan 

LENSAINDONESIA.COM: Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) di bawah kepemimpinan pengurus baru, Syafril Nasution dari MNC Group, berencana akan merangkul media televisi swasta dan para insan televis di Indonesia. Agenda ini untuk menghadapi tantangan berat bisnis industri televisi dari ancaman perkembangan era digital yang semakin melesat.

“Pengurus baru telah dipilih dari orang-orang yang berkompeten untuk mengemban posisi-posisi di sejumlah bidang pengurus. Sehingga, kami yakin dengan beratnya tantangan di industri televisi, kami bisa mencapai visi dan misi serta mampu menghadapi bersama-sama,” ujar Syafril Nasution, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Partai Perindo dalam pernyataan pers diterima LensaIndonesia.com, di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Syafril Nasution terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) periode 2019 – 2022 pada Rapat Umum Anggota ATVSI pada 7 November 2019 di Ballroom Financial Club, Graha CIMB, Jakarta.

Jabatan bergengsi di organisasi televisi swasta ini, sebelumnya dipegang Ishadi SK, praktisi senior di dunia pertelevisian dari Group Trans Media yang juga mantan Dirut TVRI era Orde Baru. Masa kepengurusan Ishadi berakhir pada November 2019.

Syafril yang juga kader Partai Perindo ini, sudah menyusun formatur kepengurusan baru. Ia mengangkat Neil R. Tobing dari Group Viva sebagai Wakil Ketua I, Don Bosco Selamun dari Metro.TV sebagai Ketua II, Gilang Iskandar dari Group Emtek sebagai Sekretaris Jenderal, CH Suswati Handayani dari Group Trans Media sebagai Bendahara, dan beberapa Ketua Bidang untuk membantu kelancaran tugas pengurus ATVSI.

A. Hadiansyah Lubis, yang menjabat Ketua Bidang Humas dan Layanan Masyarakat (Humas) ATVSI, mengatakan, bahwa ATV sebagai organisasi independen, saat ini beranggotakan 10 stasiun tv swasta nasional. Yaitu, RCTI, SCTV, ANTV, Indosiar, Metro TV, tvOne, Trans TV, Trans 7, Global TV dan MNC TV. Keberadaan ATVSI diharapkan dapat memajukan dan melindungi industri televisi tanah air.

Ia mengemukan, industri televisi merupakan industri padat modal dan harus dipertahankan keberadaannya sebagai sumber informasi perekat dan pemersatu bangsa di tengah pesatnya pertumbuhan era digital.

“Beberapa agenda ke depan sudah kami siapkan mulai dari melakukan literasi media secara konsisten, hingga mengantisipasi dan memastikan kesiapan menyongsong migrasi dari siaran analog ke siaran digital,” kata pria yang sehari-hari menjabat Manager Humas Trans TV.

“Salah satu agenda yang juga menjadi prioritas kami adalah mengawal percepatan Revisi RUU Penyiaran yang saat ini sudah berumur 17 tahun agar lembaga.penyiaran memiliki payung hukum yang jelas,” tutur A. Hadiansyah.

Tidak berlebihan, agaknya, pengurus ATVI yang baru ini bersemangat memperjuangkan segera direalisasikannya revisi RUU Penyiaran oleh politisi Senayan. Pasalnya, revisi RUU 17 tahun belum juga tuntas mengundang banyak tanda-tanya. @Rudi