LENSAINDONESIA.COM: Program revitalisasi Sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat yang pelaksanaannya diberi nama Satuan Tugas (Satgas) “Citarum Harum”, dan dicanangkan Presiden Jokowi 23 Februari 2018, kini terus dipacu para Komandan Sektor (Dansektor) Satgas “Citarum Harum” di wilayah jajaran Kodam III Siliwangi di Provinsi Jawa Barat.

Proyek besar menata kembali ekosistem Sungai Citrum yang rusak parah akibat abrasi sungai lantaran tanah pegunungan di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum banyak yang gundul, dan sedimentasi (endapan lumpur), termasuk karena pencemaran limbah industri, dan sampah, bahkan pegiat lingkungan internasional memvonis sungai terjorok di dunia ini, masih terus menuntut partisipasi masyarakat di Jawa Barat.

Dansektor 13 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Nazwardi Irham, seperti halnya di antara 22 Dansektor lainnya, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa-desa kawasan DAS Sungai Citarum. Warga diajak berperan aktif ikut menjaga lingkungan, agar program revitalisasi dan restorasi ekosistem Sungai Citarum yang ditargetkan Presiden Jokowi dapat tuntas 7 tahun dapat terwujud.

Diberitakan banyak media, dalam sejarah Presiden RI, baru Presiden Jokowi yang serius memperjuangkan penyelamatan sungai Ciatrum yang airnya selain penggerak ekonomi Jawa Barat, juga menjadi bahan baku untuk dikonsumsi 80 persen warga DKI Jakarta. Keseriusan Presiden Jokowi ini dibuktikan dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Prespres) No. 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. Agar target 7 tahun terealisasi, praktis diperlukan pengawalan secara instensif dari berbagai elemen, selain Satgas Citarum.

Sosialisasi akhir pekan ini, dilakukan Dansektor 13 dengan turun langsung ke Desa Sawit, Kecamatan Darangdang, Kabupaten Purwakarta. Kolonel Inf Nazwardi Irham mengakui, sosialisasi pentingnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan memang perlu dilakukan terus menerus.

Kondisi air sungai di sejumlah titik DAS yang berangsur membaik lantaran dukungan kesadaran masyarakat, praktis kualitas beras Karawang bisa diperbaiki.

“Sekarang, beras Kerawang sudah bisa tahan dimasak,” kata Daksektor 13 sebagaimana dilansir Pendam III/ Siliwangi. Sebelumnya, akibat kondisi air sungai tercemar, beras itu pagi dimasak, sore sudah basi. “Karena padi tumbuh meminum air (sawah dialiri air,red) yang sudah terkontaminasi (air tercemar limbah), berdampak pada buahnya. Apalagi ikan yang jelas-jelas hidup di air, ” ungkap Kolonel Inf Nazwardi Irham, memberi pemahaman warga.

Pemulihan kondisi ekosistem daerah sepanjang DAS Citarum jika masyarakat tidak mau peduli, Dansektor 13 ini mengingatkan daging hewan yang diternak warga, misal kambing dikhawatirkan tidak layak dimakan. Apalagi, dipergunakan untuk hewan korban pada setiap tahun.

“Kita lihat hewan lepas atau kambing memakan sampah-sampah (juga minum air limbah). Itu tidak layak dikorbankan. Makanya sebelum korban, ada petugas dari Dinas Peternakan untuk mengecek hewan itu dagingnya terkontaminasi terkena penyakit atau tidak. Kalau kena, berarti tidak boleh dikorbankan agar masyarakat yang menerima tidak terkena penyakit, ” terang Dansektor 13 kepada warga ini.

Dansektor 13 Satgas Citarum memberi perhatian khusus terhadap warga untuk berperan aktif menjadi pegiat menjaga kebersihan lingkungan. @dok. pen/caca

DAS Citarum selama ini menjadi sumber energi primer 3 tiga proyek besar PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), yaitu Waduk Seguling, Waduk Cirata, dan Waduk Jatiluhur. Ketiganya menghasilkan pasokan listrik 2000 MW untuk Jawa, Madura, dan Bali.

“Kita harus bangga karena Sungai Citarum sebagai pemasok pembangkit listrik untuk Jawa, Madura, dan Bali. Kalau airmya terkontaminasi, alat pembangkit listrik, generator tidak sesuai dengan usianya akan kropos. Jika, ada yang mati seperti beberapa waktu lalu, kita semua merasa kelabakan, ” kata Kolonel Inf Nazwardi Irham.

“Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan. Kalau bukan bapak-bapak, siapa lagi. Jangan mengandalkan Satgas Citarum Harum. Mereka tidak selamanya ada di sini, karena sewaktu-waktu personel Satgas bisa kembali ke kesatuannya masing-masing,” tutur Dansektor 13, dikutip Pendam III/ Siliwangi. @caca