Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tumbuh 68 persen, Bukalapak optimis capai 1.000 mitra dari pasar tradisional Kediri
(kiri) AVP Public Policy and Government Relations Bukalapak, Bima Laga saat mengunjungi salah satu pelaku UMKM produsen krupuk stik tahu di kota Kediri, Minggu (24/11/2019). Eld
EKONOMI & BISNIS

Tumbuh 68 persen, Bukalapak optimis capai 1.000 mitra dari pasar tradisional Kediri 

LENSAINDONESIA.COM: Bukalapak, perusahaan e-commerce yang berstatus Unicorn tersebut mengalami pertumbuhan jumlah pelapak mencapai 68 persen.

Untuk itu, Bukalapak mengembangkan pasar hingga menyasar segmen pasar tradisional di Jawa Timur, khususnya kota Kediri.

AVP Public Policy and Government Relations Bukalapak, Bima Laga mengatakan, warung-warung tradisional ini jadi penopang pertumbuhan inklusi keuangan.

“Di kota Kediri ini, kami yakin akan mampu menghimpun 1.000 warung tradisional. Langkah ini merupakan bentuk strategi untuk penambahan mitra Bukalapak. Dengan pertumbuhan yabg signifikan, jumlah Mitra Bukalapak yang saat ini mencapai 2,5 juta lebih akan bertambah lagi jika ada kerja sama dengan para pelaku pasar tradisional di Kediri ini,” papar Bima kepada Lensaindonesia.com di sela acara peluncuran E-paper di kantor Walikota Kediri, Minggu (25/11/2019).

Ia menambahkan, potensi penambahan mitra warung tradisional ini masih tinggi. Sebab Bukalapak mampu mentransformasi 1.2 juta warung tradisional di 477 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Di kota Kediri ini kami sudah bekerja sama dengan 500 warung tradisional menjadi mitra kami. Dan pastinya tahun depan pasti akann bertambah, untuk itu edukasi dari kami terus berkesinambungan di kota Kediri ini,” tandas Bima.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak yang juga hadir di acara yang sama menyampaikan, pihaknya ingin memberdayakan sistem yang sudah dikembangkan Bukalapak untuk membantu perkembangan perekknomian di Jatim, khususnya melalui pelaku UMKM.

“Pengembangan marketplace ini harus terus dikembangkan teknologinya. Sebab akan memudahkan para pelaku UKM meningkatkan omset. Tak perlu khawatir terhadap anggapan warung tradisional akan mati gara-gara platform e-commerce.Justru adanya platform tersebut akan mambantu,” tutur Emil.

Secara terpisah, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar juga menerangkan, di kota Kediri sangat diperkukan sentuhan digital, khususnya bisnis marketplace seperti Bukalapak ini.

“Kami sangat terbuka bekerja sama dengan Bukalapak yang sudah mehyandang status Unicorn ini. Hadirnya di kota ini, saya mana mungkin menolak, apalagi Bukalapak akan berencana membuatkan sistem untuk toko kelontong yang ada di Kota Kediri guna mempermudah jualan mereka ,” pungkas Abubakar.@Eld-Licom