LENSAINDONESIA.COM: Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Timur segera membuka lowongan untuk mengisi posisi ketua baru di periode 2019-2024 saat musyawarah daerah (Musda) pada 3-4 Desember 2019 nanti.

Sugito Adhi, Ketua Pelaksana Musda BPD PHRI Jatim mengatakan, pihaknya berharap akan muncul figur yang mampu memimpin BPD PHRI Jatim yang professional.

“Kami berharap pada Musda nanti akan muncul 3-4 orang kandidat. PHRI Jatim merupakan organisasi terbesar di Indonesia dan wajar jika jadi barometer PHRI lain. Untuk itu, diperlukan sosok yang berdedikasi tinggi dalam organisasi,” ungkap Gito saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com, Selasa (26/11/2019).

Ia menambahkan, untuk saat ini kandidat ketua tersebut didominasi oleh para owner, baik dari restoran maupun perhotelan.

“Initinya, jika jadi ketua BPD PHRI mau bekerja sosial, berkepribadian tangguh, berjiwa sosial tinggi, sebab ini organisasi non-profit,” tegas Gito.
Terkait pernyataan bahwa organisasi tersebut non profit, timbul pertanyaan yang mengarah pada keberadaan jumlah iuran anggota.

“Terkait iuran kenaggotaan, tak semua anggota rutin memenuhi kewajibannya. Banyak anggota yang tak mau bayar iuran. Kendati nominalnya hanya Rp 100.000 per-bulan, itu pun merasa keberatan,” tegasnya.

Dari permasalahan tersebut, hingga kini tak semua hotel dan restoran di Jawa Timur mendaftarkan diri menjadi anggota.

“Figur ketua harus bisa meluangkan waktu untuk ke daerah-daerah untuk bertemu dengan  anggotanya di tengah kesibukan sehari-harinya,” ucap Gito.

Hingga saat ini, tercatat bahwa anggota BPD PHRI Jatim mencapai sekitar 200 hotel dan restoran. Dan sekitar 120 diantaranya didominasi dari Surabaya.@Eld-Licom