LENSAINDONESIA.COM: Total aset tumbuh sebesar 178% , Amar Bank sabet dua penghargaan ajang Indonesia Best Bank Award 2019. Anugerah ini merupakan penghargaan kedua dari Warta Ekonomi usai tahun 2018 menerima penghargaan di kategori yang sama.

“Penghargaan dari Warta Ekonomi di ajang Indonesia Best Bank Award ini merupakan yang kedua kalinya kami peroleh. Namun, kali ini kami berhasil menerima dua penghargaan sekaligus untuk kategori Bank Buku 1 dengan aset di bawah Rp2 triliun dan bank berprospek sangat baik dengan peningkatan menjadi BUKU 2,” papar Head of Business Banking Amar Bank Eka Banyuaji dikutip dari keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Rabu (27/11/2019).

Penghargaan ini melalui beberapa aspek penilaian, diantaranya peningkatan aset, kredit, dan funding. Dan Amar Bank dalam kurun waktu lima tahun mampu tumbuh signifikan.

Menurut Laporan Profil Industri Perbankan, Kinerja industri perbankan selama tahun 2018 mengalami pertumbuhan positif dengan total aset bank umum tumbuh sebesar 10,43% pada periode Januari hingga Desember 2018.

Untuk Bank Syariah, total aset di periode yang sama tumbuh sebesar 15,24%, dan untuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar 7,79%. Untuk Dana pihak ketiga berhasil dihimpun oleh Bank Umum tumbuh sebesar 7,68%, dan dana yang berhasil disalurkan sebesar 14,61%.

Eka menambahkan, pertumbuhan positif di industri perbankan secara nasional tentunya memberikan dampak positif juga bagi Amar Bank.

“Amar Bank terus mencatatkan pertumbuhan positif setiap tahunnya, di mana total asset kami tumbuh sebesar 178% dari Desember 2018 sebesar Rp1,8 triliun dan meningkat Rp3,2 triliun di Oktober 2019. Dana Pihak Ketiga pun meningkat sebesar 170% per Oktober 2019 (yoy). Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat pada Amar Bank yang semakin besar. Sementara itu, untuk Tunaiku sendiri telah menyalurkan dana sebesar 3 triliun rupiah kepada lebih dari 300,000 nasabah”, papar Eka.

Parameter penilaian untuk penghargaan ini pada Profil Risiko (25%), Tata Kelola Perusahaan (20%), Rentabilitas (30%), Permodalan (15%), dan Kinerja Intermediasi (15%). Data-data tersebut diperoleh dari laporan tahunan masing-masing bank dan publikasi resmi OJK.

Sementara itu, Sendy Dea, Head of Jakarta Branch Office Amar Bank mengungkapkan, penghargaan ini diraih atas kerja keras tim Amar Bank yang tersebar di dua kota yakni, Jakarta dan Surabaya. Di Jakarta, pihaknya dua kantor cabang dan di Surabaya tiga kantor cabang.

Tunaiku merupakan produk unggulan yang juga digadang-gadang sebagai pionir fintech di Indonesia disambut positif masyarakat Indonesia. Selain itu, Produk TAMARA (Tabungan Amar Berjangka), Deposito, Tabungan Aster, dan AMAR DANA (Tabungan Bisnis).

“Semua produk serta inovasi yang kami hadirkan tentunya kami sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dan kami percaya bahwa teknologi dan inovasi harus memberikan dampak positif dan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucapnya.

Staff Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro ekonomi dan Keuangan Internasional, Suminto, memaparkan, kondisi neraca perdagangan mengalami surplus di bulan Oktober 2019, membaik dari bulan sebelumnya yang mengalami defisit.

“Net ekspor yang sudah mulai positif di triwulan III tahun 2019, seiring dengan perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) didorong penurunan defisit transaksi berjalan dan peningkatan surplus transaksi modal dan finansial. Angka inflasi juga relatif masih terjaga sementara ketahanan industri perbankan tetap kuat tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 23.3% dan rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada pada 2.6% per September 2019.

Amar Bank menyandang Bank Berpredikat “Sehat” di kategori BUKU 1 dengan aset di bawah Rp 2 triliun dan menerima penghargaan untuk kategori Bank berprospek sangat baik dengan peningkatan menjadi BUKU 2.@Rel-Licom