LENSAINDONESIA.COM: Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amien menargetkan Indonesia menjadi negara eksportir besar produk Halal.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wapres KH. Ma’ruf Amien saat hadir di gelaran International Halal Festival sekaligus diesnatalis ke 57 Universitas Brawijaya Malang, Rabu (27/11/2019).

Wapres mengatakan, Indonesia harus bisa mengoptimakan potensi industri halal dunia dan jangan hanya menjadi tukang stempel halal untuk produk luar negeri.

“Saya lebih gembira, jika produk-produk halal yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia diproduksi dan dihasilkan sendiri oleh Indonesia dan saya yakin kita mampu menjadi eksportir,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menjelaskan, departemen yang ia pimpin memiliki enam program mendukung Pengembangan Ekonomi Syariah. Pertama, melakukan ekspansi pasar produk dan jasa fokus pada sektor busana Muslim.

Kedua, akselerasi pembiayaan dan investasi, dengan fokus pada keuangan syariah.

“Kita akan mendongkrak penyaluran dana bergulir dengan prinsip syariah melalui LPDB KUMKM, fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur KUR, hingga fasilitasi KSPPS untuk menjadi penyalur kredit Ultra Mikro”, jelas Teten.

Ketiga, lanjutnya, memberi kemudahan dan kesempatan berusaha. Diantaranya, melalui deregulasi, omnibus law, HAKI, kebijakan afirmasi untuk perpajakan, pengupahan, dan sertifikasi.

“Selain itu, kita akan memasukkan produk UMKM ke dalam e-katalog. Intinya, kita akan menerapkan pelayanan satu pintu”, tuturTeten.

Keempat, meningkatkan daya saing produk dan jasa dengan fokus halal food. Dalam hal ini, Kemenkop bakal membuka konsultasi dan sosialisasi sertifikasi halal, hingga fasilitasi pendaftaran sertifikasi halal.

Kelima, pengembangan kapasitas manajemen SDM dengan fokus halal travel.Dan keenam, perbaiki strategi koordinasi lintas sektor.

“Kita akan mengembangkan wellness tourism berbasis inklusif business, peningkatan kapasitas usaha di bifang ecotourism, dan pengembangan SDM pengelola homestay”, jelas Menkop.

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani A.R., M.S. juga menuturkan, UB kini menjadi yang pertama (pionir) dalam studi ekonomi halal dan industri halal di Indonesia.

“Tenaga-tenaga handal terkait industri halal, seperti auditor, penyelia dan manager halal akan menjadi fokus yang diterapkan di bidang studi terkait, sejak jenjang S1. Selain itu, komitmen mewujudkan Rumah Sakit Pendidikan Halal saat ini sudah dimulai proses pengurusannya,” kata Nuhfil.@Rel-Licom