Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pegiat Budaya Jawa Barat apresiasi FWJ gelar “Konser Budaya Satoe Hati”,  jaga kearifan lokal
Tim FWJ dan Ketua FWJ Opan (no 7 dari kiri) penggagas pangung rakyat "Konser Budaya Satoe Hati" bersama para pendukung sosialisasi seni kearifan lokal. @foto:fwj
JABODETABEK

Pegiat Budaya Jawa Barat apresiasi FWJ gelar “Konser Budaya Satoe Hati”, jaga kearifan lokal 

LENSAINDONESIA.COM: Pegiat kebudayaan Jawa Barat, Deden Wahyudin memberikan apresiasi terhadap Forum Wartawan Jakarta (FWJ) yang menggelar panggung rakyat “Konser Budaya Satoe Hati”, mempertahankan seni kearifan lokal di Lapangan Sanca, Depok

“Ini satu bukti bahwa melalui Forum Wartawan Jakarta telah terbentuk kolaborasi yang kuat untuk menggaungkan kebudayaan harga diri bangsa,” kata Dede.

Sebagai pegiat aktif seni bdaya khas Jawa Barat, Dede beraharap terobosan Forum Wartawan Jakarta sosialisasi pentingnya mengembangkan budaya kearifan lokal, agar dapat gayung bersambut.

“Kita sepakat bahwa kebudayaan menjadi pilar bangsa, generasi harus paham dan mengenal budayanya. Apresiasi tinggi saya berikan kepada Forum Wartawan Jakarta untuk membangun kembali pondasi bangsa melalui konser budaya ini,” kata Dede.

Seni budaya kearifan lokal di Jabodetabek yang diperkenalkan di “Konser Budaya Satoe Hati” ini,, sayang jika semakin asing di kalangan generasi milenieal. @ foto:fwj

Masyarakat terlihat cukup antusias dengan panggung rakyat bertajuk “Konser Budaya Satoe Hati” ini. Lurah Sukamaju Baru R. Iwan Heru Kusuma mengakui, pihaknya atas nama warga Sukamaju Baru sejak awal medukung penuh kegiatan yang digagas Forum Wartawan Jakarta ini,

“Ke depan, konsep-konsep seperti ini harus tetap ada. Ini perlu untuk membangun minat seni budaya yang ada di wilayah kita sendiri. Kegiatan ini memang baru pertama kali ini diadakan di sini,” kata Lurah Iwan Heru.

“Dengan hiburan rakyat seperti ini, warga kami juga tidak hanya terhibur dan mencintai kesenian sendiri . Namun, juga bisa jadi ajang silaturahim sesama warga,” kata Iwan Heru.

Ia berharap, kegiatan menampilkan seni budaya kearaifan lokal yang dipadu dengan pergelaran musik ini juga akan gayung bersambut di tempat-tempat lain.

“Seni budaya sendiri di sini memang belum begitu berkembang. Ada kesenian Topeng, misalnya, cuma belum begitu mencuat. Tapi, kami bersama pengurusnya akan tetap berusaha. Ke depan, kesenian yang ada di wilayah sini supaya bisa terangkat dan tidak punah,” pungkas Lurah Iwan Heru. @fwj