Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kadisdik Kota Bekasi ngaku tak tahu menahu demo pemotongan gaji guru, ketua aksi terancam dipolisikan
Aksi demo guru-guru honores Kota Bekasi di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (29/11/2019). @foto:wartakota
JABODETABEK

Kadisdik Kota Bekasi ngaku tak tahu menahu demo pemotongan gaji guru, ketua aksi terancam dipolisikan 

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan pihaknya tidak tahu menahu soal aksi demo FS GTK- TKK (Forum Silaturahmi Guru Tenaga Kependidikan dan Tenaga Kerja Kontrak) pada Jumat (29/11/2019).

Terjadinya aksi demo itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) itu, mengaku tanpa sepengetahuan maupun izin dari pihaknya.

”Sebelumya, kami sudah menyarankan ke para Kepala Bidang (Kabid) agar melakukan pendekatan preventif. Aksi demo yang dilakukan FS-GTK TKK, pihak dinas tidak pernah menyarankan, dan tidak pernah menerimas surat pemberitahuan aksi,” kata Inaya, saat menghadiri undangan klarifikasi di Kantor Komisi I DPRD Kota Bekasi, Senin (2/12/2019).

Diketahui, FS GTK – TKK dipimpin ketuanya, Lukmanul Hakim, melakukan aksi unjuk rasa terkait pemotongan gaji GTK dan TKK. Malahan, aksi itu menuding Komisi I DPRD Kota Bekasi termasuk pihak yang melakukan pemotongan itu.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inayatullah mengatakan, pihaknya juga tidak banyak tahu tentang organisasi atau perkumpulan GTK dan TKK di Kota Bekasi.

”Setahu saya di Bekasi ada Forum Honorer Indonesia (FHI) yang diketuai oleh Firman. Kalau ini (GTK dan TKK), saya tidak tahu,” kata Kadisdik ini.

Kepala BKPPD Kota Bekasi, Karto menilai guru yang melakukan aksi pada Jumat ke Gedung DPRD Kota Bekasi dinilai tidak sopan.

”Saya tidak tahu ada demo. Itu namanya songong, karena guru sudah mendapatkan gaji. Artinya, ngapain demo,” kata Karto di ruang Komisi I.

Karto juga menegaskan bahwa pihaknya menunggu hasil dari Dinas Pendidikan dan akan memanggil g Lukmanul Hakim.
”Kami menunggu rekomendasi kepala Dinas Pendidikan. Apa pun rekomendasinya akan dilaksanakan kalaupun dikategorikan berat akan diberhentikan dipecat,” tegas Karto.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan mengaku kecewa terhadap sikap kordinator demo Lukmanul Hakim yang menuding isu pemotongan gaji TKK Rp2.8 juta didapat dari media online.

Baca Juga:  139 perusahaan diapresiasi Pelindo III di “Malam Penganugerahan Pelanggan Pelindo III Sinergi Bersama Membangun Negeri”

“Pernyataan itu seolah menuding kami, jurnalis media online memproduksi hoax. Kami kecewa Lukmanul Hakim tidak hadir dalam klarifikasi. Kami akan koordinasi dengan teman-teman pengurus IWO Kota Bekasi. Jika tidak ada sanksi tegas dari dinas terkait, kemungkinan kita akan lapor ke kepolisian,” pungkasnya. @Sofie