Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mantan bos ekspedisi gelapkan puluhan mobil dan motor
Kombes Sandi Nugroho bersama tersangka dan barang bukti (rofik)
HEADLINE

Mantan bos ekspedisi gelapkan puluhan mobil dan motor 

LENSAINDONESIA.COM: Gelapkan 21 unit mobil, Oditya Pradana Putra (23) warga Jl Simo Sudomulyo V, diciduk Unit Reskrim Polsek Sawahan, di salah satu rumah kerabatnya Jl Petemon III, Surabaya.

Penangkapan terhadap tersangka ini, setelah petugas mendapat laporan Reza Pahlevi (19) warga Jl Dukuh Tembok X, lantaran motor miliknya yang dipinjam tersangka, malah digadaikan kepada orang lain.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menjelaskan, hasil penyidikan petugas mengungkap rentetan kejahatan yang dilakukan tersangka. Dalam kurun waktu 4 bulan, Oditya Pradana Putra, telah melakukan penggelapan 21 unit mobil.

“Tersangka membuka usaha rental mobil dengan mengaku mempunyai rekanan perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional. Namun, kendaraan tersebut digadaikan kepada penadah,” terang Kombes Sandi.

Kapolrestabes Surabaya ini menjelaskan lebih lanjut, dalam melakukan aksinya, tersangka memposting di group media sosial, bahwa kendaraan akan disewa sebesar Rp 5,5 juta perbulan.

“Guna meyakinkan calon korbannya, tersangka membuat kontrak kerjasama dan membayar sewa rental dua bulan sekaligus,” tambah Kombes Sandi.

Dari pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan 7 unit mobil dan 2 unit motor yang sempat dipindah tangankan ke orang lain. “Saat ini, anggota kami masih melakukan pengembangan dan akan menelusuri 14 unit mobil lainnya,” pungkas Kombes Sandi.

Sementara tersangka Oditya Pradana Putra di hadapan petugas mengaku, dirinya nekat membuka rental bodong, setelah perusahaa expedisinya bangkrut dan terlilit hutang Rp 300 juta.

“Tadinya saya buka perusahaan expedisi, namun karena vendornya tidak membayar, saya rugi dan punya hutang Rp 300 juta,” ungkapnya.

Guna menutupi hutangnya tersebut, tersangka menyewa mobil milik rekannya yang kemudian digadaikan kepada orang lain dengan harga Rp 35 juta-Rp 40 juta. “Setelah itu saya buka rental fiktif di media sosial, kendaraannya saya lempar untuk menutupi hutang,”pungkasnya.

Baca Juga:  Perempuan Bojongmangu Kab Bekasi disasar jadi Desa Pemberdayaan Peran Wanita

Tersangka juga mengaku masih mengetahui rumah orang (penadah) yang menerima mobil yang digadaikan tersebut. “Mobil saya lempar ke wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Madura. Saya masih ingat alamatnya,” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menjerat dengan pasal 372 KUHP dan diancam pidana selama 4 tahun penjara. @rofik