Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Perempuan terjangkit Thalasemia di Kabupaten Bekasi, capai 140 kasus
a. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bekasi, Ny. Iin Uju juga ikut meramaikan donor darah. @foto:sofie
JABODETABEK

Perempuan terjangkit Thalasemia di Kabupaten Bekasi, capai 140 kasus 

LENSAINDNESIA.COM: Kaum ibu maupun perempuan terkena Thalasemia di Kabupaten Bekasi mencapai 140 kasus, selama 2019. Thalasemia merupakan ketidakmampuan memproduksi sel darah merah dan hemoglobin.

Penyakit ini merujuk kepada kelainan sekelompok penyakit genetika, atau bawaan yang ditandai kerusakan produksi sel darah atau struktur hemoglobin, protein ditemukan di dalam sel-sel darah merah.

“Thalasemia di Kabupaten Bekasi ada 140-an kasus di tahun 2019. Kita mencoba mencegah lewat penyuluhan, pemberian edukasi untuk mengantisipasi agar tidak bertambah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti.

“Untuk ibu bersalin juga. Angka kematian ibu yang paling tinggi itu pendarahan. Tapi, semua tetap kita support, untuk semua yang membutuhkan,” tambah Sri Enny.

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, Pemkab Bekasi menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Di antaranya, Donor Darah yang dilaksanakan di Gedung Wibawa Mukti Komplek Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jumat lalu (29/11/2019).

Penyelenggaraan tersebut bersamaan dengan Peringatan Hari KORPRI Ke-48, HUT PGRI Ke-74, Hari Guru Nasional Ke-25, dan HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-20 Tingkat Kabupaten Bekasi.

Sri Enny mengatakan, bahwa kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk ibu hamil bersalin dan thalasemia.

Dalam rangka mewujudkan kesehatan bersama, Sri berpesan bahwa hal tersebut dapat terwuju, apabila semua pihak berkolaborasi dan berintegerasi, baik dari semua lapisan masyarakat, intra sektor, dan swasta.

“Kita mengajak semua lapisan masyarakat, semua harus terlibat untuk mem-back up kesejahteraan semua. Untuk pelayanan kesehatan, kita usahakan semaksimal mungkin, kita dekatkan ke masyarakat, “ tega Sri Enny.

Ia juga minta seluruh petugas kesehatan, selain memerhatikan kesehatan masyarakat, juga harus memperhatikan kesehatan pribadi.

“Ini adalah momentum, bahwa semua yang kita kerjakan itu nomor satu untuk perbaikan kesehatan masyarakat. Kita pribadi juga harus mulai menjaga dan peduli kepada kita sendiri sebagai petugas kesehatan.” tandasnya.

Baca Juga:  Sampoerna Retail Community bantu dongkrak omset toko kelontong di Surabaya

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bekasi, Ny. Iin Uju juga ikut meramaikan donor darah. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berlangsung seterusnya, karena bermanfaat.

“Donor darah ini baik sekali untuk kesehatan, ya. Saya sangat mendukung, memang bagus sekali. Mudah-mudahan untuk seterusnya dapat terus dilaksanakan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Peringatan HKN di Kabupaten Bekasi dilakukan bertahap, dimulai 25 Oktober 2019. Untuk donor darah, juga dilakukan bersama organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia. Lainnya, tes kesehatan pengemudi, kegiatan cuci tangan pakai sabun di sekolah, khitan masal, pemberian kacamata gratis di Sekolah Dasar, dan lomba penilaian ambulans se-Kabupaten Bekasi.

Juga digelar kegiatan bernuansa hiburan, seperti lomba memancing, lomba futsal. Puncak acara akan dilaksanakan 4 Desember 2019, menggelar senam Germas bersama. Juga, pembagian hadiah-hadiah lomba. @Sofie/hms