Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sidang kasus tanah Hiu Kok Ming, saksi korban ditawari uang damai Rp 70 miliar
Widjijono Nurhadi bersaksi dalam sidang perkara dugaan penipuan jual beli tanah dengan terdakwa Hiu Kok Ming di PN Surabaya, Senin (02/12/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Sidang kasus tanah Hiu Kok Ming, saksi korban ditawari uang damai Rp 70 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Sidang lanjutan kasus penipuan jual beli tanah dengan terdakwa Hiu Kok Ming kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (02/12/2019).

Dalam sidang kali ini, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum terdakwa sempat menawarkan perdamain kepada saksi korban.

Dihadapan ketua majelis hakim yang diketuai oleh hakim Anne Rusiana, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum terdakwa berulang kali mengatakan jika persoalan utama tak lain masalah sertifikat tanah yang belum keluar.

Meruncing pada pokok persoalan, terkait tuntutan Rp 70 miliar rupiah. Sudiman Sidabuke sempat berandai mencoba menawarkan kepada saksi Widjijono Nurhadi, yang saat itu menjabat direktur utama PT Mutiara Langgeng Bersama (MLB), jika permintaan kerugian ditambah denda, diberikan oleh terdakwa.

“Ini seandainya, ya. Bagaimana jika anda mendapat ganti rugi Rp 70 milliar, apakah anda mau menerima dan perkara damai, atau menolak dan tetap  menuntut,” tanya Sudiman Sidabuke kepada saksi.

“Jika memang demikian, ini akan rapatkan bersama dulu. Karena ini, bukan saya saja penentu kebijakan. Tapi, pada dasarnya saya orang yang cinta damai. Jadi, silakan saja jika memang dilakukan demikian. Saya bisa menerima,”jawab saksi Widjijono.

Sementara usai persidangan, Sudiman Sidabuke, bersikap keras berharap agar kasus ini menjadi perdata dan bukan pidana.

“Buat saya semua sudah clear. Tidak dipungkiri sertifikat sampai sekarang memang belum jadi. Ada penerimaan uang juga clear. Ada perjanjian di sana juga clear. Yang saya sesalkan, kenapa kasus seperti ini kok dipidanakan. Seharusnya perdata,” singkat Sidabuke.

Diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan, kasus sengketa tanah ini terjadi ketika Hiu Kok Ming menjual sebidang tanah seluas lebih kurang 5 Ha kepada pelapor di daerah Bekasi.

Di kemudian hari, ternyata tanah tersebut belum sah menjadi milik terlapor karena terkendala belum keluarnya sertifikat.@rofik

Baca Juga:  Capaian 2019, Pelindo III lampaui target hingga 5 persen