Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Palsukan akta otentik, bos PT Hasil Prima Intersarana divonis 3,5 bulan penjara
Hari Pujianto di ruanflg sidang PN Surabaya. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Palsukan akta otentik, bos PT Hasil Prima Intersarana divonis 3,5 bulan penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis hukuman penjara 3 bulan 15 hari terhadap Hari Pujianto, bos PT Hasil Prima Intersarana yang menjadi terdakwa kasus pemalsuan surat.

Hakim menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh hakim Anne Rusiana terdakwa dinyatakan secara sah melanggar pasal 266 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Hari Pujianto selama 3 bulan 15 hari,” ucapnya di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (02/11/2019).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Putu Parwati selama 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan dijelaskan, perkara ini  berawal saat terdakwa menyuruh almarhum Muksin untuk melihat data Kartu Keluarga (KK) atas nama Poly Tanudjaya di kantor Kelurahan Panjang Jiwo, Surabaya.

Namun terdakwa mendapat informasi bahwa untuk melihat data di KK harus membuat surat kehilangan.

Dari situlah, terdakwa akhirnya menyuruh Sri Wahyuni untuk membuat surat laporan kehilangan KK di Polsek Gubeng Surabaya. Berbekal surat laporan kehilangan tersebut, terdakwa menyuruh istrinya yakni Yenny Tanudjaya untuk menggugat istri Poly Tanudjaya yang bernama Mien Lieku atas rumah yang terletak di Panjang Jiwo Permai, Trenggilis Mejoyo, Surabaya.

Atas perbuatan terdakwa, Mien lieku menderita kerugian sebesar Rp 200 juta.@rofik