LENSAINDONESIA.COM: Sebagai rangkaian penerapan program Digitalisasi Madrasah, XL Axiata bekerja sama dengan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) wilayah Jawa Timur menyalurkan donasi kuota data kepada 196 Madrasah Aliyah (MA).

Donasi kuota tersebut diwujudkan dengan pemberian kuota data sebesar 20 Gb selama setahun berikut perangkat reuter sebagai pendukung koneksitasnya.

Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit mengatakan, internet cepat merupakan kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk di Madrasah Aliyah yang pengelolaanya di bawah naungan Kementerian Agama dengan kurikulum berbasis agama Islam yang saat ini sudah terintegerasi dengan sistem digital.

“Kebutuhan internet abgi sekolah, khususnya di usia millenial ini jadi kebutuhan wajib. Sebab bagi mereka jika setiap hari tanpa internet bisa mati gaya jadinya. Apalagi di periode ini Menteri Agama dan Menteri Pendidikan nya pun sangat mendigital, hal ini mendorong kami untuk menggelar program donasi kuota untuk madrasah di Jatim. Yah kita memberikan reuter berikut kuota 20 Gb pertahun yang bisa dipakai 32 orang di waktu yang sama,” papar Bambang kepada Lensaindonesia.com, Selasa (12/11/2019).

Ia menambahkan, secara bertahap XL Axiata akan menyalurkan donasi kuota data kepada total sekitar 579 Madrasah Aliyah di Indonesia hingga akhir 2019. Pemilihan Madrasah penerima donasi dilakukan oleh Kemenag disesuaikan jangkauan jaringan layanan data milik XL Axiata.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi jawa Timur, Amin Mahfud menyampaikan, sesuai visi Kementerian Agama guna mewujudkan Madrasah Goes to Digital, pihaknya berkomitmen mendukung penuh program ini.

“Saat ini sudah ada sekitar 650 Madrasah Negeri dan Swasta yang terdigitalisasi. Pihaknya menargetkan jumlah tersebut terus bertambah mencapai 1.300 Madrasah Negeri dan Swasta hingga akhir tahun 2019 nanti.

Dari cakupan daerah atau lokasi Madrasah yang sudah melaksanakan program Madrasah 4.0, sampai saat ini sudah menjangkau Madrasah yang berada di 27 kota/kabupaten. Sebagian besar di antaranya mendapatkan dukungan akses data yang XL Axiata melalui Gerakan Donasi Kuota.

“Lah sekarang ini kan semua harus pakai komputer, ujiannya saja juga menerapkan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Dan itu pun sudah rata-rata semua madrasah terjangkau untuk penggunaan internet. Untuk itu, BOS (Biaya Operasional Sekolah) tersebut dipakai untuk biaya penggunaan belanja akses internet. Ini akan memudahkan akses untuk mencari materi pembelajaran dan kesempatannya pun hingga 24 jam,” pungkas Amin.

Usai Jawa Timur, berlanjut di ratusan Madrasah Aliyah lain yakni di 222 Madrasah Aliyah di provinsi Nusa Tenggara Barat, 24 Madrasah Aliyah di Banten, 11 Madrasah Aliyah di Lampung, 5 Madrasah Aliyah di Riau, dan 8 Madrasah Aliyah di Sumatera Utara. Dan sebelumnya, sudah dibagikan ke 42 Madrasah Aliyah di Jawa Tengah dan 70 Madarasah Aliyah di Jawa Barat. Proses pendistribusian ini akan berlangsung hingga akhir 2019.@Eld-Licom