Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Aliansi kota Santri lawan kekerasan seksual desak Polres Jombang tindaklanjuti laporan pencabulan
Sekjen Aliansi Kota Santri lawan kekerasan seksual, Palupi. (foto: Obi_Licom)
Jombang

Aliansi kota Santri lawan kekerasan seksual desak Polres Jombang tindaklanjuti laporan pencabulan 

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah aktifis di Kabupaten Jombang menyikapi kasus dugaan pencabulan yang sedang ditangani kepolisian. Dengan adanya SPDP yang telah dikirim Pihak kepolisian Polres Jombang kepada Kejaksaan Negeri Jombang.

Surat tersebut tertanggal 12 Nopember 2019 bernomor: B/175/XI/RES.1.24/2019/Satreskrim. Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual mendorong dan mendukung aparat penegak hukum segera menindaklanjuti proses dengan cepat.

Sekjen Aliansi, Palupi Pusporini mengatakan, bahwa kasus kekerasan seksual bukan hal yang patut di toleransi mengingat hal ini merupakan bentuk kejahatan terhadap perempuan sebagai manusia. Sehingga upaya mendamaikan kasus kekerasan seksual merupakan bentuk langkah mundur penegakan hukum.

Untuk itu, kami mendesak Polres Jombang segera melanjutkan proses hukum itu, menolak adanya upaya penyelesaian kasus itu diluar proses hukum,” tandasnya kepada lensaindonesia.com usai berembug dan berdiskusi jejaring aktifis di kantor WCC (Woman Crisis Center) jalan Pattimura, Sengon, Jombang, Rabu (04/11/2019).

Lebih lanjut, Palupi kembali menegaskan, bahwa Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual akan terus mengawal keseluruhan proses hukum yang berlangsung. Segala bentuk upaya mendamaikan kasus kekerasan seksual yang terjadi merupakan bentuk langkah mundur dalam penegakan hukum.

Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual merupakan gabungan dari berbagai organisasi dan aktifis pergerakan diantaranya WCC Jombang, KPI Jombang, Fatayat NU Jombang, Gusdurian Jombang, GMNI, HMI, Lakspedam Jombang, Narishakti, Front Santri Melawa Kekerasan Seksual.@Obi

Baca Juga:  Milenial Simalungun hebohkan Festival Danau Toba, 1000 “Bulang Sulappei” pecahkan MURI