Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Edwin terjun bebas dari lantai 4 Mall Galaxy karena depresi
Polisi melakukan identifikasi jenazah Edwin yang tewas akibat terjun dari lantai 4 Galaxy Mall, Selasa malam (03/12/2019). foto: rofik-LICOM
HEADLINE UTAMA

Edwin terjun bebas dari lantai 4 Mall Galaxy karena depresi 

LENSAINDONESIA.COM: Identitas pria yang tewas akibat jatuh dari lantai 4 Galaxy Mall Surabaya, Selasa malam (03/12/2019) akhirnya terungkap.

Korban adalah Edwin Jaya Luwanto, warga Jl Darma Husada Utara Block AA, Surabaya.

Pria 38 tahun tersebut diduga nekat mengakhiri hidup dengan cara terjun dari lantai 4 Galaxy Malla karena depresi.

Polisi telah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari para saksi untuk mengungkap identitas korban dan kronologi kejadian.

Kapolsek Mulyorejo Kompol Enny P Rustam mengungkapkan, dugaan Edwin mengalami depresi dibenarkan istrinya yang datang ke tempat kejadian perkara.

“Menurut keterangan dari istrinya, korban mengalami depresi,” katanya.

Kata Enny, sebelum melompat, pria yang diketahui pengusaha perlengkapan bayi di Kawasan Manyar Surabaya tersebut, sempat terlihat kebingungan saat berada di area foodcourt.

Istri korban yang datang ke lokasi setelah mendengar suaminya tewas, mengaku sempat mengajak dirinya jalan-jalan. “Tadi sore sempat mengajak jalan jalan. Tapi saat itu sudah terlihat aneh,” ungkap Enny.

Keanehan tersebut, menurutnya korban mengendarai mobil sejak keluar dari rumah menggunakan Gigi satu,” sejak dari awal, mengendarai mobil dengan gigi satu,  porseneling sama sekali tidak dirubah, sehingga istrinya memutuskan turun,” tambahnya.

Istri korban ini mengaku bahwa suaminya mengalami depresi sudah lama. Namun sejak satu tahun belakangan semakin parah dan setiap hari berhalusinasi dikejar masalah pajak.

“Tadi itu dia bilang takut dikejar-kejar sama pegawai pajak. Padahal selama ini tidak ada pegawai pajak yang datang,” katanya.

“Karena faktor depresi itu, korban diduga melompat dari lantai 4 dan tewas seketika. Namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memintai keterangan saksi saksi,” pungkas Enny.

Guna proses penyidikan, petugas membawanya ke kamar mayat RS Dr Soetomo, Surabaya untuk dilakukan otopsi.@rofik

Baca Juga:  APBD Kota Depok tidak ada jaminan bersih dari penyimpangan, FWJ desak BPK transparan