Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dukung Presiden Jokowi bumikan Pancasila di kalangan milenial lewat musik dan film, Kombatan: Harus jadi gerakan bersama
Presiden Jokowi saat mengumpulkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenal di Istana Negara. @dok. istimewa
HEADLINE

Dukung Presiden Jokowi bumikan Pancasila di kalangan milenial lewat musik dan film, Kombatan: Harus jadi gerakan bersama 

LENSAINDONESIA.COM: Kombatan (Komunitas Banteng Asli Nusantara) mendukung penuh gagasan Presiden Joko Widodo, membumikan Pancasila di kalangan generasi muda atau milenial, melalui pendekatan seni budaya seperti musik, film dan olahraga. Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan mengatakan, gagasan ini sangat “out of the box”, dan menjawab persoalan bangsa ke depan.

“Kombatan sangat merespon gagasan genuine yang dikemukakan Presiden Jokowi. Mengingat, di tengah kegalauan kita terhadap persoalan bangsa menghadapi gencarnya pengaruh globalisasi, terutama ancaman faham radikalisme di kalangan anak muda, sangat urgen membumikan ideologi Pancasila,” kata Budi Mulyawan, di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Budi Mulyawan menilai gagasan Presiden Jokowi tersebut bukan hanya genuine fokus membumikan Ideologi Pancasila terhadap kalangan generasi muda atau generasi milenial. Menurutnya, cara pendekatan misal seni budaya seperti seni musik dan film atau hiburan di televisi merupakan gagasan yang tidak terpikirkan oleh pemerintahan sebelum Presiden Jokowi.

“Maraknya terpapar faham radikalisme belakangan ini, bukti sosialisasi ideologi Pancasila secara konvesional gagal. Kalau sekarang Presiden Jokowi memunculkan gagasan seperti itu, sepatutnya kita dukung bersama,” kata Budi Mulyawan, yang akrab dipanggil Cepi.

Ketua Umum DPN Kombatan, Budi Mulyawan. @foto: dok. licom

Diketahui, Presiden Jokowi menyampaikan gagasan tersebut saat melakukan presidential lecture tentang membumikan Pancasila di depan para elit Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan jajaran Menteri Kabinet “Indonesia Maju” di Istana Negara, Selasa (3/12/2019).

Presiden mengatakan, 48 persen dari penduduk Indonesia, atau 148 juta merupakan anak-anak muda. Kalau mereka tidak mengerti ideologi Pancasila, menjadi bahaya besar bagi bangsa Indonesia. Presiden juga menyebutkan media komunikasi anak-anak muda sekarang sangat beragam. Mulai dari aplikasi WhatsApp, Telegram, Line hingga Kakao Talk. Ada pula layanan video seperti YouTube, Netlig, hingga Iflix dan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twiter hingga Snapchat. Semua ini akrab digunakan anak-anak muda.

Baca Juga:  Istana minta fokus daya saing, agenda riset tumpang tindih di kementerian harus diakhiri

Berdasarkan data survei yang diterima Presiden, ada tiga hal yang disukai anak-anak muda. Yaitu, olahraga, musik, dan film. “Enggak apa-apa kita nebeng Didi Kempot, titip sama sad boy dan sad girl enggak apa-apa, di sahabat Ambyar enggak apa-apa, titipkan satu lirik di ‘Pamer Bojo’ enggak apa-apa,” kata Presiden, memberi contoh cara paling efektif membumikan Pancasila di kalangan anak muda, dikutip LensaIndonesia.com, Selasa (3/12/2019)

Ketua DPN (Dewan Pimpinan Nasional) Kombatan yang kini jadi Ormas ini menilai, masyarakat sepatutnya bangga gagasan membumikan Pancasila lewat cara yang tidak biasa itu dimunculkan Presiden Republik Indonesia. “Ini fenomena baru. Sudah selayaknya, harus direspon jadi gerakan bersama,” kata cepi.

Menurutnya, menyosialisasikan suatu faham lewat media seni musik maupun film sudah terjadi di Negara-negara lain. Misal, Amerika lewat industri film-film Hollywood. Hanya saja, bukan merupakan instruksi secara khusus dari seorang kepala Negara.

“Kali ini, presiden kita menggagas itu, apalagi menyangkut persoalan idelogi bangsa. Kalau tidak ingin Negara ini tercabik-cabik ideologi pengaruh arus besar globalisasi, utamanya faham radikalisme, maka gagasan presiden ini harus jadi gerakan bersama,” tegas Cepi, yang ormasnya mengusung faham nasionalisme ala banteng simbol kerakyatannya Ir. Soekarno,

Cepi mengakui, mendekati kalangan milenial, misalnya lewat seni musik sangat efektif. Kombatan sudah membuktikan lewat program-program di antaranya menyelenggarakan festival-festival segmen kalangan mileneal, seperti festival musik. @licom_09