Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pneumonia jadi pembunuh balita tertinggi ke 2 di Indonesia, ini solusinya!
Ilustrasi balita dengan pneumonia. Pixabay
HEADLINE HEALTH

Pneumonia jadi pembunuh balita tertinggi ke 2 di Indonesia, ini solusinya! 

LENSAINDONESIA.COM: Pneumonia yang diindikasikan sebagai mesin pembunuh anak nomer dua di Indonesia, dan dunia ada di peringkat 10 ini kini makin mengkhawatirkan.

Sebab sekitar 81 persen korbannya ada pada anakmdi usia 0 hingga 2 tahun. Pneumojia disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus pneumonia.

dr. Dini Adityarini, SpA, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) & Paediatrician mengatakan, gejala awal pneumonia biasanya batuk, pilek, panas yang semakin parah jika diobati dengan pola sederhana seperti penggunaan anti inflamasi atau anti piretik. Penularannya pun melalui udara, sebab bisa jadi orang tua atau yang lain yang terjangkit pneumonia dianjurkan tidak mendekat dengan balita jika berkomunikasi.

“Ia ada bayi mengalami panas tinggi di atas tiga hari, maka orang tua wajib segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum bakteri menginvasi paru-paru. Dokter di sana mendeteksi langsung dari pemeriksaan fisik tanpa harus melalui rontgen. Untuk mencegahnya, harus menggunakan vaksin PCV atau vaksin pneumokokkus. Dan biayanya cukup mahal, sebab sekali vaksin bisa mencapai Rp 700 ribu,” papar dr. Dini saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com di acara Imunisasi Sebuah Investasi & Gaya Hidup Kekinian, persembahan Jurnalis Sahabat Anak dan PT Pfizer Indonesia di Surabaya, Sabtu (07/12/2019).

Mahalnya Vaksin PCV tersebut, lanjut dr. Dini, memang lepas dari subsidi pemerintah. Bahkan, sejumlah daerah di Indonesia menggunakan vaksin PCV sebagai pilot project. Diantaranya ada di Mataram NTB dan beberapa daerah di Jawa Timur.

“Vaksin tersebut diberikan untuk bayi berusia 2 – 15 bulan selama empat kali vaksin. Sedangkan di usia dua tahun, hanya sekali penggunaannya. Bagi yang memiliki.alergi, vaksin ini tidak akan memnimbulkan efek samping,” tandas dr. Dini.

ASI mampu hentikan 800ribu kematian balita

Bakteri pneumonia juga bisa dicegah dengan dengan asupan ASI eksklusif. Sebab ASI mampu mecegah 800ribu kematian balita, terutama pada bayi prematur.

Untuk mengoptimalkan pencegahan pneumonia, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengusulkan kepada pemerintah memenuhi vaksin PCV tersebut agar bisa didapat masyarakat secara gratis.

“Di negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina, di sana sudah menggratiskan vaksin PCV ini. Semoga pemerintah akan mensubsidi vaksin PCV ini di Indonesia khususnya,” pungkas dr Dini.@Eld-Licom