LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah 55.000 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) memproleh kredit dari Amar Bank melalui aplikasi digitalnya, Kredit Tanpa Agunan (KTA) mulai per Oktober 2019 lalu.

Bahkan,  pada Juli 2019 penyaluran kredit pada tahun ini juga melonjak sekitar 310 persen dibanding dengan tahun sebelumnya.

Direktur Operasional Amar Bank, Tuk Yulianto menyampaikan, kucuran kredit tersebut merupakan strategi yang tepat jelang era industri 4.0. Sebab capaian yang diperoleh Amar Bank didominasi dari pertumbuhan kredit melalui produk andalan seperti Tunaiku yang menggunakan platform digital tentunya.

“Akselerasi strategi kami di bidang perkreditan sesuai dengan kondisi perkembangan pasar bisnis perbankan, untuk itu nampak pertumbuhan yang positif. TAk dipungkiri, bahwa saat ini banyak perbankan memasuki pola digitalisasi di tengah pemberian kredit UMKM yang masih menggunakan model konvensional,” ujar Yulianto kepada Lensaindonesia.com, Selasa (10/12/2019).

Menurut Deloitte Access Economics, SMEs powering Indonesia’s success memaparkan, penerapan teknologi digital kini mendorong pertumbuhan pendapatan hingga mencapai 80 persen lebih tinggi yang diterima oleh pelaku UMKM.

“Pasti nantinya, akan kami prioritaskan UMKM demi membangun perekonomian nasional sesuai demokrasi ekonomi yang berkeadilan dan merata,” tandas Yulianto.

Di lain sisi, dari data Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM menjelaskan, UMKM jadi penggerak utama atau tulang punggung perekonomian nasional. Terbukti dengan adanya lebih dari 90 persen pelaku usaha di Indonesia masuk di kategori sektor UMKM.

Untuk itu, perbankan agar bisa menyalurkan kredit atau pembiayaan UMKM, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/12/PBI/2015 tentang Pemberian Kredit Atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis Dalam Rangka Pengembangan UMKM.

Pada aturan tersebut, rasio kredit UMKM terhadap total kredit setiap bank ditargetkan minimal sebesar 20 persen di akhir tahun 2018 lalu. Langkah ini dilakukan bertahap, sebab pada tahun 2015 rasio kredit UMKM terhadap total kredit minimal 5 persen, lalu di tahun 2016 senilai 10 persen dan tahun 2017 sudah 15 persen pencapaiannya.@Rel-Licom