Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ngaku polisi, oknum wartawan pengedar ineks dituntut 15 tahun penjara
Hartanto dituntut 15 tahun penjara setelah ditangkap dengan barang bukti 91 butir ineks (rofik)
HEADLINE

Ngaku polisi, oknum wartawan pengedar ineks dituntut 15 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Hartanto (33), oknum wartawan yang menjadi pengedar pil ekstasi alias ineks dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) Pompy Polansky dari Kejari Surabaya.

Warga Jl Kapas Madya IV, Surabaya  tersebut, oleh JPU Pompy dinyatakam terbukti melanggar pasal 114 ayat  (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Terdakwa terbukti menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman, untuk mendapat keuntungan sebagai mana diatur dalam pasal 114 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009,” ujar Pompy dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (10/12/2019).

“Menuntut terdakwa Hartanto dengan pidana selama 15 tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan,” tambah Pompy.

Usai mendengarkan tuntutan, ketua majelis hakim Cokorda memberikan waktu 1 minggu kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan. “Sidang ditunda satu minggu, silahkan mengajukan pembelaan secara tertulis atau lisan,” ucapnya.

Perlu diketahui,  terdakwa Hartanto, (33) dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya saat berada di KFC Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Selasa (28/8/2019) dini hari lalu.

Perlu diketahui, selain membawa Id Card media online, dalam rekam jejak kepolisian, terdakwa yang ditengarai sering mengedarkan ineks ditempat hiburan itu selalu mengaku sebagai polisi satuan narkoba.

Di hadapan penyidik, terdakwa mengaku mendapat barang dari AR terpidana narkoba yang mendekam di Lapas Porong dengan harga Rp 200 ribu perbutir. @rofik