Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Berry Prima ditangkap polisi terkait pemalsuan dokumen negara
Dua tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolsek Sawahan Surabaya. FOTO: Rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Berry Prima ditangkap polisi terkait pemalsuan dokumen negara 

LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Reskrim Polsek Sawahan Surabaya menangkap dua orang pelaku pemalsuan dokumen negara, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Ijazah.

Dua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu adalah Berry Prima Pranata (28) warga Jl Dapuan Baru III dan Sigit Dwi Saputro (43) warga Jl Jebalen Barat, Surabaya.

Mereka ditangkap Kamis 5 Desember 2019 lalu.

Tersangka Berry Prima mengaku nekat memalsukan dokumen negara, karena tidak mempunyai pekerjaan. “Saya belum kerja,” ujar Sarjana Ekonomi tersebut.

Dalam melakukan aksinya, tersangka melalui media sosial menawarkan pembuatan dokumen secara cepat dengan harga variatif.

“Kalau SIM saya ambil tarif Rp 350 ribu, KTP Rp 150 ribu dan ijazah Rp 500 ribu,” tambahnya.

Kapolsek Sawahan AKP Argya Satriya Bhawana mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari menjalankan tujuh program prioritas Kapolri.

“Setelah menerima laporan masyarakat adanya tindak pidana pemalsuan dokumen negara, anggota kami langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

“Anggota yang melakukan under cover buy, menghubungi tersangka untuk membuat KTP, dan disepakati bertemu disebuah warkop di kawasan Jl Ketintang,” terang Argya.

Di lokasi itu, petugas langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti. Dalam pengembangan, di dapat nama Sigit Dwi Saputro selaku pencetak dokumen yang dipesan tersangka Berry Prima.

“Setelah mendapat orderan, tersangka BP ini menghubungi S pemilik warnet untuk dicetakan sesuai pesanan,” tambah Argya.

Argya menghimbau kepada Masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap siapapun yang mengaku dapat membuat ataupun mengurus dokumen negara melalui media sosial.

“Bila masyarakat mendapati modus seoerti itu di media sosial, sebaiknya laporkan kepada pihak berwajib,” pungkasnya.

Sementara Bambang Eko Purnomo selaku Humas SMA 5 Surabaya saat ditemui di Polsek Sawahan mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membongkar pemalsuan dokumen, khususnya Ijazah.

“Kami sangat berterima Kasih kepada Kapolrestabes Surabaya dan Kapolsek Sawahan  telah membongkar pemalsuan ijazah yang mengatasnamakan sekolahan kami,” terang Bambang.

Bambang mengatakan, meski terdapat kemiripan, ijazah yang dipalsukan oleh tersangka sangat banyak kejanggalan baik dari fisik, tanda tangan dan nama kepala sekolah tidak sesuai.@rofik