LENSAINDONESIA.COM: Santriwati Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang mendapat bekal pengetahuan tentang Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Rabu (11/12/2019).

Ratusan santriwati ini sangat antusias mengikuti sosialisasi PKBR yang digelar di GOR Hasbulloh Said lingkungan Ponpes Bahrul Ulum tersebut.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dan sejumlah pejabat BKKBN, Dinas Kesehatan, dan juga dari Kementrian Agama Kabupaten Jombang.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Yenrizal Makmur mengatakan, sosialisasi semacam ini sudah beberapa kali dilakukan di Kabupaten Jombang. Dan ini sangat penting sekali, karena santri dan santriwati masih berusia remaja, sehingga pengetahuan tentang kesehatan reproduksi juga harus dipahami.

Selain tentang hal itu, Yenrzial juga menjelaskan apa sebenarnya makna kehidupan dan bagaimana nanti ketika berkeluarga, yang terdapat berbagai macam persoalan di dalamnya yang harus siap dihadapi.

“Semua harus terencana dengan teratur mulai dari pendidikan dan bekerja secara baik. Baru saatnya kalau sudah mapan, mereka berkeluarga secara terencana,” katanya.

Lebih lanjut, Yenrizal menegaskan bahwa pemerintah harus melahirkan generasi-generasi yang unggul, generasi yang mampu menjadi andalan di Jombang maupun nasional. “Karena pada saatnya nanti yang kita berikan pengetahuan sekarang ini, pada saat Indonesia Emas 2045, generasi ini atau merekalah sebagai pengelola negeri,” ujarnya.

Sementara Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan oleh BKKBN Provinsi Jatim ini untuk memberikan wawasan kepada para santri tentang bagaimana hidup yang terencana sebagai bagian ikhtiar dan pendewasaan.

“Jadi, kalau dulu kawin usai muda di bawah 16 tahun, sekarang kita berupaya untuk menjadi 21 (tahun) untuk perempuan, 25 (tahun) untuk laki-laki dan pendewasaan ini yang perlu diberikan kepada anak-anak remaja,” jelasnya.

Menurut Mundjidah, pemberian pengetahuan PKBR kepada para santri merupakan hal yang sangat penting, karena materi pembelajaran tentang yang disampaikan seperti itu tidak diajarkan di pondok maupun di sekolah. Hal ini sebagai bekal santri dikemudian hari dalam menyiapkan kematangannya.

“Untuk itu, Pemerintah telah memberikan kepada semua remaja di Indonesia, menyiapkan kedewasaan, agar tidak terjadi di dalam rumah tangga terjadi perceraian, kekerasan terhadap perempuan, dan melahirkan bayi yang tidak diinginkan. Sehingga hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi,” pungkasnya.@Obi