LENSAINDONESIA.COM: Petugas Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap seorang kurir narkoba bernama M Fernanda Saputra (20) warga Jl Talang Sari, Kalimantan Timur.

Fernanda ditangkap karena terlibat penyelundupkan narkoba jenis ekstasi dari Surabaya ke Kalimantan Timur melalui jasa pengiriman barang.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengungkapkan, terbongkarnya sindikat peredaran narkoba melalui jasa pengiriman setelah pihaknya mendapat informasi dari pihak ekspedisi di Jl Demak terkait adanya paket mencurigakan.

Saat paket bungkusan kardus itu dibuka, petugas menemukan tiga plastik klip berisi 200 butir pil ektasi yang diselipkan di dalam pakaian bekas.

“Paket itu sedianya akan dikirim ke Kalimantan,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).

Setelah memastikan barang tersebut adalah narkoba, polisi kemudian berangkat ke alamat dimana paket itu dikirim dan penerimanya berinisial HR di Jalan Kakap, Ilir, Kalimantan Timur.

Dengan diback up personel dari Polda Kalimantan Timur, pada 23 November 2019, petugas Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak memburu pelaku dengan cara menyamar sebagai kurir ekpedisi ke alamat penerima.

Setelah sampai di alamat yang dituju dan memastikan menemukan adanya pihak selaku pemesan, polisi langsung melakukan penggerebekan. Di tempat ini, petugas berhasil menangkap M Fernanda Syahputra yang berperan sebagai kurir dari seorang bandar atau pemesan barang bernama Alam yang kini masih DPO.

Sementara itu, Fernanda mengaku jika mendapat upah sebesar Rp 750.000 untuk sekali kirim dan mendapat upah 2 juta rupiah per bulannya.

“Sekali ambil dikasih Rp Rp 700 ribu, dan uang makan Rp 2 juta,” singkatnya.

Guna memepertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana selama 20 tahun penjara.@rofik