Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ikuti arahan Presiden Jokowi, Polri sita 14 mobil mewah ‘bodong’ di Jatim, kembangkan Lamborgini terbakar
Kapolda Jatim dan mobil-mobil mewah "bodong" yang mengabaikan kewajiban pajak disita di Mapolda Jawa Timur. @foto:ist
HEADLINE

Ikuti arahan Presiden Jokowi, Polri sita 14 mobil mewah ‘bodong’ di Jatim, kembangkan Lamborgini terbakar 

LENSAINDONESIA.COM: Pasca pengungkapan penyelundupan kendaraan mewah lewat Maskapai Garuda, dan arahan khusus Presiden Jokowi untuk menertibkan mobil-mobil mewah yang tidak bajar pajak, kini Polda Jawa Timur terus menelisik mobil-mobil mewah tanpa dokumen alias ‘bodong’.
Hingga Senin siang (16/12/2019), ternyata sudah 14 mobil mewah yang diamankan di Jawa Timur.

Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Luki Hermawan, mengatakan mobil-mobil mewah itu disita, lantaran para pemiliknya tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat.

Rangkaian penyitaan mobil-mobil mewah itu, hasil pengembangan dari peristiwa terbakarnya mobil Lamborghini di Jalan HR Muhammad, Surabaya, pada Minggu (8/12/2019).

“Dari situ kami melakukan pemeriksaan dan diperoleh hasil pengembangan ini,” kata Luki kepada wartawan, Senin (16/12/2019).

Diketahui, Lamborhini warna emas dan merah pelat nomor L 568 WX terbakar di depan Konjen China, Jalan Mayjend Sungkono No.105, Surabaya. Diduga mobil mewah ini terbakar diawali dengan mesin yang overheat.

Empat belas mobil mewah itu terdiri 5 unit Ferrari, 5 Mc Laren, 3 Porce, 2 Aston, 1 Lamborghini, 1 Mini Cooper, dan 1 Nissan GTR.

Mobil-mobil mewah itu diamankan selain dari rumah pemiliknya, ada yang saat melintas di jalan raya, dan dipajang di mal.

Masing-masing diamankan dari dua kota di Jawa Timur, yaitu Surabaya dan Malang. Bahkan, Minggu (15/12/2019) , 4 mobil mewah hasil penyitaan dari Malang dibawa ke Polda Jatim.

Keempat mobil mewah dari Malang itu di antaranya, 2 jenis Ferrari, 1 Porsche, dan 1 Aston Martin.
Mobil-mobil mewah kategori ‘bodong’ ini lantaran saat dilakukan penelisikan, rata-rata pemiliknya tidak dapat menunjukan kelengkapan surat-surat seperti Form A, STNK, dan BPKB.

“Mobil tersebut umumnya pemilik tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat-surat,” kata Kapolda Luki.
Para pemilik mobil mewah itu hanya bisa memperlihatkan dokumen kepemilikan mobil mewah, yaitu surat Form A dari Bea Cukai. Itu pun belum diketahui pasti keabsahannya.

Luki menegaskan, pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim dan Bea Cukai untuk mengecek apakah dokumen kepemilikan mobil mewah tersebut memang resmi dikeluarkan Bea Cukai.

Polda Jatim, diakui Kapolda, memang menerima informasi dari pihak pajak, bahwa di wilayah Jatim banyak pemilik mobil mewah yang mengabaikan kewajiban pajak.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan kepada awak media, Polda Jatim memprioritaskan atensi khusus menelisik mobil –mobil mewah di Jatim, karena diduga jumlahnya tidak sedikit dan diantaranya tidak dilengkapi dokumen.

“Kita akan mengikuti arahan Presiden terkait dengan mobil-mobil mewah yang tidak bayar pajak, karena kita akan cari di seluruh Jatim mobil mewah bodong,” kata Kabid humas Polda Jawa Timur. @handoko