LENSAINDONESIA.COM:  Selama tahun 2019, BNNP Jatim mengklaim berhasil mengungkap 60 kasus dan menyita barang bukti narkoba 60 kg. Pencapaian tersebut meningkat 240 persen dari target.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambada, saat melakukan konfrensi pers di kantornya Jl Sukomanunggal 55-56 Surabaya, Senin (16/12/2019).

“Kami telah mengamankan 60 kg sabu dari 60 kasus yang telah ditangani. Pencapaian ini melampaui target semula 25 kg,” terang Brigjen Bambang.

Pada 2018 lalu, BNNP Jatim hanya menyita barang bukti sabu 6 kg dari 25 kasus yang ditanganinya. “Tahun kemarin hanya 6 kg. Kalau tahun ini mencapai 60 kg, bukan karena peredarannya yang semakin banyak, tapi karena kegiatan pemberantasan lebih kami galakkan,” tambahnya.

Namun meski melakukan pengungkapan besar, Brigjen Bambang menyatakan, itu baru 10 persen yang dapat. “Pengungkapan itu baru 10 persen dari barang yang lolos dan beredar di seluruh Jawa Timur,” paparnya lebih lanjut.

Sementara tersangka yang telah diamankan, selama kegiatan pemberantasan, 141 orang. Sedangkan yang menjalani program rehabilitasi, 937 orang. “Dari 937 orang ini, yang menjalani rehab rawat jalan 773 orang, dan sisanya rawat inap,” ujarnya lebih lanjut.

Disinggung banyaknya peredaran narkoba yang dikendalikan dari Rutan dan Lapas, Brigjen Bambang menegaskan itu terjadi karena mudahnya alat komunikasi (lonsel) masuk. “Kalau Ponsel tidak masuk ke Rutan dan Lapas, sudah pasti para bandar itu tidak akan dapat mengendalikan,” pungkasnya. @rofik