LENSAINDONESIA.COM: PT Arina Parama Jaya (Arina Toyota) Autorized Toyota Gresik merupakan diler Toyota di Jatim pertama yang menerima sportcar Toyota GR Supra.

Untuk Indonesia, melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) tahun ini dijatah kuota 12 unit Toyota GR Supra dari Prinsipal yang dibanderol Rp 2 miliar ini.

Branch Manager Arina Toyota Gresik, Steven P Gunarto mengungkapkan, kendati dibandrol sekitar Rp 2 miliar, minat konsumen terhadap kendaraan sportcar legendaris ini cukup tinggi.

“Awal tahun lalu TAM sudah mendistribusikan 4 unit. Sedangkan sisannya 8 unit didistribusikan di bulan ini. Arina Toyota Gresik menjadi satu-satunya diler di Jatim yang mendapat kuota. Untuk itu, minat tinggi ini dikarenakan konsumen ingin menghindari BBN (Biaya Balik Nama) naik di tahun 2020,” papar Steven di lokasi Arina Toyota Gresik, Senin (16/12/2019).

Ia menambahkan, pangsa pasar mobil mewah di Jatim masih kecil. Bahkan dikisaran 0 hingga 1 persen saja karena jatah unit terbatas.

“Kenapa konsumen antusias? Yah tahun depan adanya kenaikan BBN tersebut, harga Toyota GR Supra 3.000 cc ini diperkirakan melonjak di angka Rp 2,125 miliar. Apalagi untuk memperoleh kendaraan ini konsumen harus menunggu pengiriman unit 5 – 6 bulan. Sebab unit kendaraan terbatas dan langsung habis sejak diperkenalkan oleh TAM,” tegas Steven.

Toyota GR Supra merupakan model global pertama produksi Toyota Gazoo Racing. Kendaraan ini ditenagai mesin 3.000 cc turbo 6 silider segaris (inline) dengan 8 speed transmisi otomatis. Mesin kendaraan ini mampu menghasilkan tenaga hingga 340 tk dan torsi 500 nm.

Dari sisi dimensi, Toyota merancang mobil ini dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.865 mm dan tinggi 1.295 mm. Sedangkan jarak wheelbase 2.470 mm atau lebih pendek 100 mm dari model Toyota 86.

Untuk Arina Gresik sendiri, jenis mobil MPV masih berkontribusi mencapai 60-70 persen. Diantaranya disumbang oleh penjualan Calya, Avanza, Innova hingga Alphard.

“Rata-rata perbulan diler kami mampu melepas 150 unit, jadi dalam setahun penjualan kita ditargetkan mencapai sekitar 1.800 unit. Syukur, saat ini penjualan kami sudah mencapai 1.700 unit. Sedangkan untuk tahun 2020 nanti, target masih 1.800 unit mengingat adanya kenaikan BBN. Untuk market share yang mendominasi saat ini ada di Avanza di sini sudah mencapai 30 hingga 35 persen dan Calya yang mamou menembus di angka 50 persen,” pungkas Steven.@Eld-Licom