LENSAINDONESIA.COM: Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Mahfudin Nigara menyampaikan, bahwa usulan perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pekan Dan Kejuaraan Olahraga sudah dikirim ke presiden.

Usulan perubahan PP 17/2007 tersebut menyusul adanya pencoretan belasan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di PON XX Papua 2020.

“PP itu sudah dikirim ke presiden, kita sudah nunggu itu (tindaklanjut), mudah-mudahan ada perubahan,” katanya kepada wartawan usai
Lokakarya Mencari Desain Pembinaan Pasca Rasionalisasi 10 Cabang Olahraga PON 2020 di Surabaya, Sabtu (14/12/2019).

Mahfudin Nigara tidak menampik bila pencoretan sejumlah cabor termasuk bowling itu sangat merugikan salah satu kontingen, yakni Jawa Timur. Sebab, Jatim merupakan penyumbang medali emas SEA Games Filipina untuk Indonesia di cabor bowling.

“(Perstasi Jatim) bowling 4 emas dari 26 emas SEA Games,” sebutnya.

Diketahui, pengurangan jumlah cabor disesuaikan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, tidak ada venue. Kedua, olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade ada yang punya prestasi. Ketiga, olahraga non-Olimpiade tapi punya prestasi. Keempat, melihat kondisi tuan rumah.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga menyikapi pencoretan 13 cabor) di PON XX 2020 Papua itu.

KONI terus berupaya agar belasan cabor tersebut dapat dipartandingkan. Salah satu cara yang ditempuh adalah mengajukan revisi terhadap PP Nomor 17 Tahun 2007.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Soewarno menyampaikan, pihaknya memahami betul atas keluhan dari KONI Jatim sebagai salah satu provinsi yang merasa dirugikan atas kebijakan tersebut.@fredy