Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Luruskan isu-isu komunis, Laskar Merah Putih Perjuangan adakan Temu Remaja se-Nusantara
Ketua Umum (Ketum) LMPP, D Yusad Regar saat rapat pleno dengan agenda konsolidasi.@foto:handoko
HEADLINE JAKARTA

Luruskan isu-isu komunis, Laskar Merah Putih Perjuangan adakan Temu Remaja se-Nusantara 

LENSAINDONESIA.COM: Mabes Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) berencana mengadakan “Temu Remaja Nusantara” bertujuan untuk merekatkan kebersamaan antar remaja se-Nusantara. Sekaligus, menangkal dan mencegah kaum remaja dari berbagai gangguan dan ancaman yang bisa membengkokkan moral remaja.

Ketua Umum (Ketum) LMPP, D Yusad Regar mengatakan, peristiwa Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) sudah 54 tahun berlalu. Ini peristiwa sejarah yang penting di Republik ini. “Tanpa supersemar, Republik ini sekarang sudah komunis,” kata Yusad Regar.

Sekretaris Jenderal LMPP, Ade Muhammad Nur, SH, MH menambahkan, isu komunis hingga kini masih terdengar. Untuk itu, kehadiran LMPP diharapkan mampu meluruskan hal tersebut dan mengawal NKRI.

“Itu benar sampai saat ini isu-isu komunis itu masih ada. Laskar Merah Putih Perjuangan melihat itu harus meluruskan, dan bangkit menuntaskan. Kita kawal NKRI harga mati,” tegas Ade.

NKRI tidak bisa dipisahkan dari bangsa Indonesia. LMPP, menurut Ade, tidak ingin terulang kembali peristiwa seperti lepasnya Timor Leste dari pangkuan Bumi Pertiwi.

“NKRI tidak bisa dipisahkan oleh rakyat lagi. Jangan sampai kejadian seperti Timor Timur tahun 2000 lepas dari Indonesia, terulang lagi,” imbuhnya.

LMPP mengadakan rapat pleno dengan agenda utama konsolidasi internal. Pleno ini untuk menggagas dan menetapkan langkah – langkah stategis dalam mendukung program pemerintah.

Ketum Yusad menjelaskan, seluruh jajaran pengurus LMPP terdapat di 34 Provinsi di Indonesia. Semua pengurus berjanji setia dan selalu komitmen siaga menggalang kegiatan yang berpotensi meningkatkan kecerdasan seluruh warga bangsa melalui penguatan prakarsa keswadayaan masyarakat.

“Setelah ini, kita deklarasi akan membuat forum remaja Indonesia. Di forum remaja ini, kita akan buat komunikasi antar remaja Indonesia dan diketuai juga remaja,” jelas Yusad.

“Kita tahu remaja saat ini kurang paham arti Undang Undang 1945. Remaja juga sudah lupa tentang Pancasila, malah lagu Indonesia saja tidak tahu,” ungkapnya.

Nuri Syaidina Arsy, Ketua Harian Mabes LMPP ikut bicara. Menurut Nuri, Laskar Merah Putih Perjuangan merupakan wardah persaudaraan. Meski berbeda-beda, namun semua tetap dalam balutan Bhinneka Tunggal Ika dan tidak bisa dipisahkan.
Wadah organisasi ini , Nuri Syaidina mengaku, dirinya sebagai Ketua Harian LMPP, akan terus mendorong LMPP menjadi wadah persaudaraan.

“Kita walau beda suku, beda agama, namun kita ini bersaudara, satu nusa satu bangsa, atau satu bahasa adalah Indonesia,” kata Nuri, menambahkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah Indonesia yang tidak bisa dipisahkan. @handoko