LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perumahan dan Permukiman sudah menyalurkan Dana Alokasi Khusus untuk Rumah Tidak Layak Huni (DAK RTLH) Tahun 2019.

Anggaran dari Program DAK RTLH ini berasal dari APBN, yang usulannya diajukan pada Akhir tahun 2018 dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang, Ir. Heru Widjajanto. M. Si mengatakan, program DAK RTLH ini bertujuan untuk mengurangi jumlah rumah yang tidak layak huni. Dimana persyaratan untuk dikatakan sebagai rumah layak huni tersebut ada 3 hal yaitu: Syarat Keselamatan, Syarat Kesehatan dan Syarat Kecukupan Ruang. Hal tersebut telah disampaikan pada Penerima Bantuan pada saat Sosialisasi Program DAK RTLH di Balai Desa setempat.

Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Jombang.

Pada tahun 2019 ini Kabupaten Jombang mendapat Alokasi sebanyak 168 Penerima Bantuan yang Tersebar di 3 Desa di Kecamatan Kudu, yaitu Desa Kepuhrejo sebanyak 40 Unit, Desa Sidokaton sebanyak 38 Unit dan Desa Sumberteguh sebanyak 90 Unit. Dimana masing-masing Penerima Bantuan akan mendapat bantuan senilai total Rp. 17.500.000,- dengan rincian Rp. 15.000.000,- untuk Material Bahan Bangunan dan Rp. 2.500.000,- untuk upah tenaga kerja.

“Penyaluran Dana Program DAK RTLH tersebut langsung ke rekening bank masing masing penerima bantuan, dimana Pemerintah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Bank Jatim. dan Serah terima Buku Tabungan juga telah dilaksanakan,” katanya.

Progres 100% pembangunan.

Pada saat ini, kata Heru, progres fisik dilapangan untuk Desa Kepuhrejo dan Desa Sidokaton sudah mencapai progress fisik 100%, sedangkan untuk Desa Sumberteguh yang sudah mencapai progress 100% ada 39 Rumah, untuk yang 51 rumah masih 90%. Dan saat ini untuk yang kondisi rumahnya sudah 100% hari ini upah pekerja dicairkan.

“Untuk Program DAK RTLH sendiri desa penerima bantuan harus masuk di SK Kawasan Kumuh. Sementara ini kita fokus di Daerah Utara Brantas, dimana Rumah Tidak Layak Huni masih banyak di Daerah Utara Brantas,” tuturnya.@obi/adv