LENSAINDONESIA.COM: Gonjang-ganjing Presiden Amerika Serikat Donald Trump digulingkan DPR AS, langsung berimbas mata uang Paman Sam melemah. Indeks dolar AS setelah menguat dua hari berturut-turut, kini berbalik.

Menurunnya nilai mata uang AS itu terjadi hanya selang hitungan menit. Indeks dolar yang merupakan indikator kekuatan mata uang AS melemah 0,08% ke 97,32 pada Kamis pagi (19/12/2019) pukul 11:05 WIB.

Sebelum pemakzulan terjadi Kamis pukul 08.00 WIB atau Rabu malam (18/12/2019) waktu AS, indeks dolar AS sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, dalam dua hari berturut-turut menguat 0,21% dan 0,18%.

Disebutkan, pasar tidak menyukai dinamika politik yang terjadi di Amerika Serikat itu. Sehingga, berdapak membuat dolar AS tertekan di hadapan mata uang utama.

Diprediksikan Trump tidak akan lengser sebagai Presiden AS, lantaran pengulingannya di DPR atau parlemen tidak akan terjadi di Senat AS. Pasalnya, Senat didominasi anggota dari Partai Republik yang merupakan partai pengusung Donald Trump. Sebaliknya, anggota DPR didominasi anggota dari partai opsisi, yaitu Partai Demokrat.

Walau begitu, dinamika politik tetap menimbulkan ketidakpastian yang dihindari para pelaku pasar.

Sentimen pasar tidak hanya tertuju dolar AS. Indeks futures atau berjangka AS juga mengarah zona merah. Data dari CNBC International menunjukkan indeks Dow Jones dan Nasdaq futures melemah 0,05%, untuk indeks S&P 500 futures melemah 0,03%. @cnbc/jrk